Shalat Fajar, Qabliyah Subuh, Qiyamul Lail, dan Tahajud


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apa beda antara shalat Fajar dengan sunah Qabliyah Subuh? Dan, apa beda shalat Tahajud dengan shalat qiyamul lail ? Karena ada yang mengatakan bahwa antara shalat itu berbeda. Mohon penjelasannya.

Warni Hs — Denpasar

Jawaban :

Yang dimaksud shalat Fajar adalah shalat Subuh, tidak ada perbedaan di antara keduanya. Jadi, shalat Fajar dan shalat Subuh adalah dua nama untuk satu shalat fardhu yang waktunya dimulai dari terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.

Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa sesungguhnya di antara kebiasaan Nabi adalah duduk di tempat shalatnya setelah shalat Fajar (Subuh) sampai matahari agak meninggi (HR Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan, dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Ketika shalat Fajar (Subuh) pada hari Jumat, Nabi SAW membaca Alif Lam Mim (surah as-Sajdah) dan Hal ata ‘ala al-insan hinum mina al-dahri (surah al-Insan). (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam kedua hadis tersebut, yang dimaksudkan dengan shalat Fajar adalah shalat Subuh. Dan, shalat Subuh mempunyai shalat sunah rawatib yang dilakukan sebelumnya, yaitu sebanyak dua rakaat dan shalat ini selalu dilakukan oleh Nabi SAW. Shalat sunah rawatib sebelum Subuh inilah yang disebut shalat sunah Fajar dan dinamakan juga shalat sunah Subuh atau sunah dua rakaat Fajar (rak’ataa al-fajr).

Dari Aisyah RA, ia berkata, “Nabi SAW tidak melakukan satu pun shalat sunah secara berkesinambungan melebihi dua rakaat (shalat rawatib) Subuh.”  (HR Bukhari dan Muslim).

Jadi, shalat sunah Fajar, shalat sunah Qabliyah Subuh, atau shalat sunah dua rakaat Fajar adalah nama untuk satu shalat sunah yang dilakukan sebelum shalat Subuh sebanyak dua rakaat. Sedangkan, qiyamul lail adalah menggunakan waktu malam atau sebagiannya meskipun sebentar untuk shalat, membaca Al-Quran atau berzikir kepada Allah SWT, dan tidak disyaratkan untuk menggunakan seluruh waktu malam. Dalam ensiklopedi fikih Kuwait disebutkan bahwa maksud dari ‘qiyam’ adalah menyibukkan diri pada sebagian besar malam de ngan ketaatan, tilawah Al-Quran, mendengar hadis, bertasbih atau bershalawat.

Jadi, qiyamul lail berlaku umum untuk shalat atau ibadah lainnya yang dilakukan pada malam hari, baik sebelum tidur atau setelah tidur, termasuk shalat Tahajud. Sedangkan, Tahajud adalah khusus untuk shalat malam. Sebagian ulama mengatakan, Tahajud itu berlaku umum untuk seluruh shalat malam. Sedangkan menurut sebagian ulama lain, Tahajud adalah shalat malam yang dilakukan setelah tidur terlebih dahulu.

Dalam tafsirnya, Imam al-Qurthubi mengatakan, Tahajud adalah bangun setelah tidur ( haajid ), kemudian menjadi nama shalat karena seseorang bangun untuk mengerjakan shalat, maka Tahajud adalah mendirikan shalat usai tidur. Hal yang sama dikatakan oleh al-Aswad, al-Qamah, dan Abdurrahman bin al-Aswad.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 30 Januari 2013 / 18 Rabiul Awal 1434

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Shalat and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Shalat Fajar, Qabliyah Subuh, Qiyamul Lail, dan Tahajud

  1. Izin re-blog ya, terima kasih sebelumnya🙂

  2. Reblogged this on Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda and commented:
    Perbedaan antara sholat Fajar, sholat Shubuh, sholat Tahajud dan Qiyamullail, semoga bermanfaat

  3. H.AGUS NUR MULIADI says:

    Assalmmualaikum.ibu Saya Beragama Budha dan masuk muslim.tp belio meninggal dalam usia saya 6 tahun.Saya tdak tau Apakah bner ibu sya muslim sepenuh nya.karna saya anak pertama nya.apa kah ibu sya alloh terima dlm golongn umat nabi muhamad spenuh nya.karna dlm msuk muslim nya ibu sya.sya rasa tdak lah begitu banyak ibu sya ketahui tentang islam.jadi apa kah yg harus sya laku kan agar alloh.menerima arwah ibu saya seperti hamba alloh lain nya.terimaksih wassalam

  4. Adrizal Azhar says:

    Terus berdo’a untuk beliau p haji…….insya Allah do’a anak saleh akan mendatangkan rahmat bagi beliau, terhindar dari siksa kubur, terlindung dari panasnya neraka……..aamiin ya gafur ya rabbal’alamiin…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s