Darah Keluar Sebelum Melahirkan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apakah darah yang keluar dari orang yang sedang dalam proses melahirkan atau menunggu bukaan lengkap termasuk darah nifas atau tidak? Dan, bagaimana dengan kewajiban shalat dalam kondisi seperti ini? Apakah nifas itu hanya darah yang keluar setelah melahirkan? Mohon penjelasannya Ustadz.

Hamba Allah

Jawaban :

Darah nifas itu hukumnya sama dengan darah haid. Apabila darah nifas atau haid itu keluar maka seorang perempuan dilarang shalat, puasa, thawaf, berhubungan suami-istri, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan hadas besar. Berbeda dengan darah istihadhah atau darah penyakit yang tidak menghalangi seorang Muslimah untuk melaksanakan ibadah.

Para ulama berbeda pendapat mengenai darah yang keluar sebelum melahirkan ini. Kalangan ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa darah yang keluar itu adalah darah rusak atau yang biasa disebut darah istihadhah. Mazhab Maliki berpendapat bahwa darah yang keluar sebelum melahirkan itu adalah darah haid. Sedangkan, kalangan ulama mazhab Syafi’i menjelaskan bahwa darah yang keluar sebelum melahirkan itu mempunyai dua kemungkinan.

Pertama, jika darah itu tidak berlanjut hingga waktu melahirkan dan sudah berhenti sebelumnya maka darah itu bukanlah darah nifas. Kedua, jika darah yang keluar sebelum melahirkan itu berlanjut sampai waktu melahirkan dan setelahnya maka ada dua pendapat juga mengenai darah itu. Sebagian ulama mazhab Syafi’i berpendapat bahwa darah itu adalah darah nifas sehingga waktu nifasnya dimulai dari awal keluarnya darah tersebut. Sedangkan, sebagian lain tetap mengatakan bahwa itu bukan darah nifas dan awal nifasnya adalah setelah melahirkan.

Karena masalah ini berkaitan dengan meninggalkan ibadah-ibadah yang menjadi kewajiban kita sebagai mukmin maka demi untuk kehati-hatian dalam masalah ini, saya memilih pendapat yang mengatakan bahwa darah yang keluar sebelum melahirkan itu adalah darah penyakit (istihadhah) selama tidak diikuti langsung oleh proses melahirkan yang sebenarnya.

Meskipun, terkadang keluarnya darah itu disertai dengan kontraksi atau adanya pembukaan pada tempat keluarnya bayi. Karena, ketika sudah ada kontraksi dan pembukaan, namun tidak terjadi kelahiran, kecuali setelah satu minggu atau lebih. Tentu ini adalah jangka waktu yang sangat lama dengan waktu kelahiran sehingga kita tidak dapat mengatakan itu sebagai darah nifas. Tetapi, ketika keluarnya darah itu langsung diikuti dengan proses melahirkan yang sebenarnya maka darah itu adalah darah nifas.

Oleh karena itu, bagi ibu hamil yang mengeluarkan darah, tetapi tidak diikuti langsung oleh proses melahirkan yang sebenarnya, seperti masih pada fase pembukaan pertama atau kedua yang terkadang memakan waktu yang lama sampai seminggu atau lebih, hendaklah tetap melaksanakan kewajiban shalat. Dia harus membersihkan darah tersebut dan berwudhu. Dia juga boleh membaca Al-Quran serta menunaikan puasa sebagaimana biasanya.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 24 Desember 2012 / 10 Safar 1434 H

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Ibadah and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s