Talak Via SMS


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

talak_em_200_200Ada seseorang menceraikan istrinya yang baru dinikahi beberapa hari lewat SMS. Saya bingung. Oleh sebab itu, saya bertanya apa hukumnya suami yang menceraikan istrinya via SMS, Ustadz?

Tuty M – Garut

Jawaban :

Allah SWT menegaskan dalam Al-Quran, hubungan pernikahan adalah hubungan suci dan tidak boleh dipermainkan tanpa tanggung jawab. Karena, pernikahan merupakan ikatan yang disahkan dengan nama Allah.

“Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS an-Nisa [4]:21). Dalam hadis, Rasulullah juga memberikan penjelasan mengenai pernikahan.

Talak memang perkara halal sebagai solusi darurat walaupun dibenci Allah. Ada beberapa hal yang menyebabkan bolehnya seorang suami menalak istrinya. Tetapi, jangan sampai terbesit dalam hati suami untuk menimbulkan kemudharatan/bahaya bagi istrinya saat merujuk atau menalaknya.

Allah menegaskan agar rujuk atau perceraian disaksikan oleh saksi agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari. Meskipun, jumhur ulama mengatakan tidak wajib hukum adanya saksi dalam rujuk atau perceraian tersebut.

Mengenai hukum talak lewat SMS, para ulama menjelaskan, hukumnya sama dengan hukum talak lewat tulisan. Para ulama berbeda pendapat tentang talak lewat tulisan, apakah termasuk talak sharih (tegas) yang tidak memerlukan niat atau kinayah (sindiran) yang memerlukan niat hingga talaknya sah.

Jumhur ulama dari kalangan Mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i berpendapat, talak melalui tulisan adalah talak secara kinayah yang memerlukan niat agar sah. Sedangkan, sebagian ulama lain, seperti al-Sya’bi, al-Nakha’i, al-Zuhri, al-Hakam, dan sebagian ulama Mazhab Hambali berpendapat, talak melalui tulisan merupakan talak sharih yang tetap sah meskipun tanpa niat.

Ibnu Qudamah, ulama dari Mazhab Hambali, dalam kitab al-Mughni menjelaskan, jika seorang suami menulis kalimat talak dan ia meniatkannya sebagai talak, berarti ia telah menalak istrinya. Ini yang dikatakan al-Sya’bi, al-Nakh’i, al-Zuhri, al-Hakam, Abu Hanifah, Maliki, dan yang ditegaskan oleh Syafii. Sebagian ulama Mazhab Syafi’i mengatakan, Imam Syafii mempunyai pendapat lain.

Mereka mengatakan, hal itu bukanlah talak meskipun ia meniatkannya. Karena itu adalah perbuatan dari orang yang mampu berbicara maka tidak sah talaknya sebagaimana jika dilakukan dengan isyarat. Sedangkan dalil kita, yang mengatakan talak melalui tulisan itu sah jika diniatkan, bahwa tulisan itu adalah huruf yang bisa dipahami melalui kalimat talak.

Jika di dalam tulisan itu ada kalimat talak dan dipahami serta diniatkannya maka talaknya sah sama seperti kalau dilafazkan. Ibnu Qudamah melanjutkan, jika seseorang menulis talak tanpa diniatkan, ada dua pendapat. Al-Sya’bi, al-Nakh’i, al-Zuhri, dan al-Hakam berpendapat talaknya tetap sah. Sedangkan Abu Hanifah, Malik, dan yang ditegaskan Imam Syafii mengatakan, talak itu tidak sah, kecuali diniatkan.

Karena tulisan mempunyai beberapa kemungkinan, bisa jadi ia ingin mencoba pulpennya atau memperbaiki tulisannya, maka tidak sah talaknya tanpa ada niat, seperti lafaz-lafaz kinayah lainnya.

Dari sini dapat kita ketahui, jumhur ulama, terutama dari ulama empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali) berpendapat, talak melalui tulisan itu sah dan berlaku jika itu diniatkan sebagai talak.

Maka, tidak sah talak melalui SMS sampai ditanyakan kepada suami tentang niatnya, apakah ia mengirimkan SMS itu dengan niat memang untuk menalak istri atau sekadar mengancam, bahkan niat yang lainnya. Dan, ada kemungkinan juga telepon seluler milik suami itu hilang atau dicuri orang, kemudian orang itu menuliskan kalimat talak dan mengirimkan kepada istrinya.

Karena itu, kita harus memastikan kepada suami apakah memang dia yang mengirim SMS tersebut dan apakah memang berniat menalak? Jika semua itu benar, sahlah talaknya dan si istri beridah semenjak suami menulis dan mengirimkan SMS itu.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 13 Desember 2012 / 29 Muharram 1434 H

Gambar : suaramedia

  ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s