Cari Nafkah di Bank Riba


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, kalau seseorang yang sedang menempuh pendidikan S-2 di jurusan ekonomi syariah bidang investasi, tapi ‘pasrah’ untuk menjadi pemeriksa bank konvensional, apakah pekerjaannya termasuk sia-sia ?

Maknila – Karawang

Jawaban :

Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki, di pagi hari ia keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, al-Nasa’i, al-Hakim, dan al-Baihaqi). Allah SWT sudah mencukupkan rezeki-Nya untuk semua manusia sebelum manusia ada.

Mengapa pelaku riba pada masa lalu masuk kategori ‘hirabah’ (memerangi Allah, Rasul-Nya, dan al-Islam) ? Dan pelakunya dilaknat bahkan diancam dengan hukuman mati ?
Karena ekonomi Islam saat itu berada dalam kemakmuran, pengetahuan umat tentang syariat ekonomi Islam pun baik, serta di dukung praktisi ekonomi syariah yang menyejaterakan dengan rasa dan tindakan yang berkeadilan.

Saat ini, gurita kapitalisme global dengan dok trin materialismenya menjerat kuat. Kondisi perekonomian umat tidak terlalu baik, pengetahuan umat seputar riba juga sangat awam, praktisi ekonomi syariah yang mumpuni secara akidah dan syariah sahih masih sangat minim. Dalam kondisi seperti ini bukan berarti laknat dan ancaman Allah diangkat dari pelaku riba.

Diriwayatkan dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah melaknat pemakan harta riba, yang memberi makan orang lain dengan riba, penulis riba, dan dua orang saksinya. Dan ia mengatakan, ‘Mereka semua itu sama’.” (HR Muslim).

Dalam hadis ini, Nabi menjelaskan, tidak hanya orang yang bertransaksi riba yang mendapatkan laknat, tetapi juga penulis dan yang menjadi saksi akan transaksi itu.

Menurut jumhur ulama, bekerja di bank riba yang mempraktikkan riba dalam berbagai kontrak dan transaksinya, termasuk ke dalam golongan yang dilaknat Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Muslim di atas. Itu pun termasuk bentuk tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran yang diancam siksaan yang pedih dari Allah.

Tetapi, jika dia termasuk fakir miskin, ia boleh menggunakan harta tersebut guna menutupi kebutuhan pokoknya dan menyerahkan sisanya untuk kepentingan umat secara umum.

Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu menjelaskan, jika orang yang memiliki harta haram itu menyerahkannya kepada seorang fakir, harta itu tak lagi haram bagi si orang fakir tersebut.

Bila yang memiliki harta haram itu termasuk orang fakir, dia boleh memberikan harta itu bagi diri dan keluarganya karena jika keluarga yang jadi tanggungannya itu fakir, sifat fakir itu ada pada mereka, bahkan mereka lebih utama untuk diberikan, begitu juga dia boleh mengambil sekadar kebutuhannya karena dia juga fakir.

Sebagian ulama membolehkan seseorang bekerja di bank konvensional jika tak memperoleh pekerjaan di tempat lain. Tapi, dia harus tetap berusaha mencari kerja di tempat halal. Terkait kasus di atas, seharusnya ia berusaha sungguh-sungguh mencari pekerjaan di tempat lain atau menciptakan pekerjaan dan usaha sendiri.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 2 November 2012 / 17 Dzulhijjah 1433

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Muamalah and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Cari Nafkah di Bank Riba

  1. Terima kasih untuk taushiyahnya, Ustadz. Sangat bermanfaat. Alhamdulillah sejak kuliah sampai sekarang sudah menggunakan bank syariah sebagai tempat menabung. Semoga perkembangan bank syariah di Indonesia semakin pesat dan memberi manfaat bagi umat. Salam. Yuli Andriansyah FIAI UII

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s