Sebab Dipimpin oleh Orang Zalim


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, mengapa rakyat di negara yang mayoritasnya adalah umat Islam ini banyak dipimpin oleh pemimpin yang mementingkan kepentingan diri dan kelompoknya saja? Kebanyakan pemimpin di negara ini, baik dari kalangan eksekutif, legislatif, maupun yudikatif jarang sekali yang serius memikirkan kesejahteraan rakyat atau mencarikan solusi bagi masalah yang dihadapi rakyat secara tulus?  Mereka seakan berlomba-lomba mengeruk dan menghabiskan kekayaan negara yang diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat?

Hendrik SK – Bekasi

Jawaban :

Allah SWT berfirman, “Dan, mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada Peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada Peperangan Badar), kamu berkata, ‘Darimana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah, ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.’ Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Ali Imran [3]:165).

Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan kepada kaum Muslimin yang mempertanyakan sebab kekalahan mereka dalam Perang Uhud itu adalah dari kesalahan umat Islam sendiri. Oleh karena itu, sebelum kita menunjukkan jari untuk mencari siapa yang salah maka seharusnya kita melihat dulu ke dalam diri kita masing-masing. Karena, segala yang menimpa kita adalah karena dari dalam diri sendiri.

Dan, bagaimana keadaan dan sikap pemimpin kita itu merupakan refleksi dari keadaan dan sikap kita terhadap Allah SWT. Karena kitalah yang memilih mereka untuk memimpin.

Ibnu Taimiyyah dalam kitab Minhaj al-sunnah menyebutkan riwayat bahwa Nabi SAW bersabda, “Sebagaimana keadaan kalian maka seperti itulah pemimpin kalian.”  Dan, dalam atsar yang lain diriwayatkan bahwa Allah SWT berfirman, “Aku adalah Allah ‘Azza wa Jalla, raja dari para raja, hati dan otak para penguasa itu ada di tangan-Ku, barang siapa menaati-Ku maka Aku akan menjadikan para penguasa itu sebagai rahmat baginya, dan barang siapa yang mendurhakai-Ku maka Aku akan menjadikan mereka sebagai azab baginya. Maka, janganlah kamu sibuk mencaci maki para penguasa, tetapi taatilah perintah-Ku maka akan Aku lembutkan hati mereka untuk kamu.

Kita umat Islam ini adalah umat yang berjaya dan sukses ketika menaati Allah SWT dan mengikuti sunah Rasul-Nya. Kita menjadi umat yang terbelakang dan kalah jika kita mendurhakai Allah SWT serta jauh dari hidayah dan syariat-Nya.

Itulah yang telah diperlihatkan dan dialami oleh generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat Nabi SAW. Dengan keimanan dan ketaatan yang begitu kuat dalam menjalankan perintah Allah SWT, mereka bisa menundukkan dunia dan mengajak orang berbondong-bondong memeluk agama Allah SWT.

Benarlah apa yang ditangisi oleh sahabat Abu Darda’ ketika penaklukan Siprus, ditanyakan kepada beliau, mengapa beliau menangis pada hari Allah SWT memenangkan agama-Nya dan memuliakan para tentara-Nya.

Maka, beliau menjawab, “Saya menangisi keadaan mereka yang mendurhakai Allah ini sehingga Allah SWT memberikan kekuasaan kepada kita atas mereka dan aku takut akan datang hari ketika kaum Muslimin lalai dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Sehingga, Allah memberikan kekuasaan atas mereka kepada musuh mereka.

Untuk itu, umat Islam harus melihat kembali dan mendalami sunatullah dalam perubahan suatu bangsa, perubahan ke arah positif maupun negatif, bergantung pada perubahan apa yang ada dalam diri kita sendiri.

Perubahan harus dimulai dari yang terdalam di jiwa suatu bangsa itu, seperti ideologi (akidah), cara berpikir, budaya, sistem nilai, gaya hidup, dan lain-lain. Setelah itu, Allah SWT akan melakukan perubahan bagi bangsa atau kaum tersebut. (QS al-Ra’d [13]:11).

Jika ingin menegakkan nilai kebenaran akidah yang kita yakini maka camkan prinsip ini, “Kekuasaan harus direbut, hanya orang pandir yang meminta dan menunggu diberikan kekuasaan oleh pemimpin yang zalim, tapi yang bakal berkuasa adalah yang ditolong Allah saja, bukan yang menang dalam kontes. Untuk itu lakukan dan tegakkan hal-hal yang dapat mendatangkan pertolongan Allah SWT”

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 3 November 2012 / 18 Dzulhijjah 1433

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Dunia Islam and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s