Puasa Asyura Hari Sabtu


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, pada tahun ini hari Asyura jatuh pada Sabtu. Saya pernah mendengar ada hadis yang mengatakan Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada Sabtu kecuali puasa wajib. Ada juga yang menyatakan puasa ini hanya rekayasa rezim Yazid bin Muawiyah. Apakah ini betul Ustadz ?

Zainal Marzuki – Kendari

Jawaban :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “’Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharam dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Di antara hari yang sangat dianjurkan Nabi untuk berpuasa adalah Hari Asyura, yaitu hari ke-10 bulan Muharam. Karena pada hari itulah Allah SWT menyelematkan Nabi Musa berserta kaumnya dari Fir’aun dan bala tentaranya. Karenanya, tidak benar jika ada yang mengatakan hal ini adalah rekayasa Yazid bin Mu’awiyah. Ada sejumlah hadis yang dapat dijadikan dasar.

Ibnu Abbas meriwayatkan, ketika Rasulullah datang ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura, maka Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, “Hari apakah yang kalian puasakan ini? Mereka menjawab, “Ini adalah hari yang agung, di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun beserta kaumnya maka Musa berpuasa pada hari ini sebagai tanda kesyukuran, lalu kami pun berpuasa pada hari ini”. Maka, Rasulullah SAW bersabda, “Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian (kaum Yahudi)”. Maka Rasulullah SAW pun berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari itu.” (HR Bukhari dan Muslim, ini lafaz Muslim).

Nabi juga menjelaskan, puasa hari Asyura akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. “Puasa Hari Arafah sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, dan puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim).

Ibnu Abbas menjelaskan, Nabi sangat perhatian dan bersemangat berpuasa hari Asyura. “Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan bersemangat untuk berpuasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan daripada puasa pada hari ini, yaitu hari Asyura dan puasa pada bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim).

Jadi, puasa Asyura ini sudah ada sejak zaman Nabi dan beliau menganjurkan umatnya selalu berpuasa pada hari tersebut. Bahkan, puasa Asyura ini sudah ada sejak zaman Nabi Musa, sebagai tanda kesyukuran beliau telah diselamatkan dari Fir’aun dan bala tentaranya. Puasa Asyura ini boleh dilakukan hanya pada hari ke- 10 bulan Muharam.

Tapi disunahkan untuk berpuasa juga pada hari kesembilan (9 Muharam) untuk membedakan kita dengan kaum Yahudi. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ketika Rasulullah berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh umat Islam berpuasa pada hari itu, para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani”. Maka Rasulullah bersabda, “Jika datang tahun depan, insya Allah kita akan berpuasa pada hari kesembilan”. Ibnu Abbas berkata, “Belum datang tahun depan, tapi Rasulullah telah wafat.” (HR Muslim).

Sedangkan hadis mengenai puasa pada Sabtu, Abdullah bin Basar meriwayatkan dari saudara perempuannya bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali yang difardukan Allah atas kalian. Jika salah seorang dari kalian tidak mendapati sesuatu pun (untuk dimakan pada hari Sabtu) kecuali kulit pohon anggur atau batang kayu pohon maka hendaklah ia mengunyahnya!” (HR Ahmad dan para pemilik kitab al-sunan kecuali al-Nasa’i).

Hadis ini menjadi objek perbedaan pendapat para ahli hadis. Di antara mereka ada yang menganggapnya dhaif (lemah), mansukh (dihapuskan), ada yang menganggapnya suatu kebohongan atas nama Rasulullah. Ada pula yang menganggapnya hasan atau shahih dan ada yang menakwilkannya dan menggabungkannya dengan hadis-hadis lain yang membolehkan puasa sunah pada hari Sabtu.

Ibnu al-Qayyim setelah menyebutkan hadis di atas menjelaskan, Imam Malik menegaskan, hadis ini adalah suatu kebohongan. Tirmizi berkata hadis ini adalah hadis hasan.

Abu Daud berkata hadis ini mansukh. Al-Nasa’i menjelaskan hadis ini adalah mudhtharib. Sebagian ulama berpendapat, tidak ada pertentangan antara hadis ini dengan hadis Ummu Salamah.

Dalam hadis Ummu Salamah dijelaskan, Nabi sering puasa pada hari Sabtu dan Ahad karena larangan puasa pada Sabtu dikhususkan puasa pada hari itu saja.

Hal itu sama dengan larangan mengkhususkan puasa pada hari Jumat saja tanpa puasa sebelum atau sesudahnya. Sebagian ulama menjelaskan, meskipun sanad hadis ini perawinya dipercaya tapi tidak dapat dijadikan hujah karena mudhtharib.

Matannya juga menyalahi hadis-hadis sahih yang menunjukkan bolehnya puasa hari Jumat dan hari setelahnya. Kesimpulannya, Muslim boleh mengkhususkan puasa pada hari Sabtu jika ada sebab syar’inya, seperti hari Arafah, Asyura, puasa Daud, puasa ayyamul bidh (3 hari pertengahan bulan) dan puasa-puasa sunah lainnya.

Dan tidak makruh hukumnya bagi seseorang berpuasa pada hari Sabtu jika berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya. Namun makruh hukumnya kalau ada orang yang mengkhususkan hari Sabtu untuk berpuasa jika ingin mengagungkan hari Sabtu. Karena hari tersebut adalah hari rayanya orang Yahudi.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 27 November 2012 / 13 Muharram 1434 H

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Hadis, Puasa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s