Kurikulum Orang Tua Bijaksana


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Maraknya tawuran pelajar sekolah, perkelahian antarmahasiswa, bahkan perilaku menyimpang masyarakat dan para pemimpin, penyebab utamanya adalah pendidikan rumah tangga yang tidak optimal. Sebagai orang tua bijaksana, bagaimana seharusnya mendidik anak?

Mahmudah Salimah – Jakarta

Jawaban :

Kurikulum orang tua bijkasana bagi anak-anaknya di rumah telah Allah SWT gambarkan dengan jelas dalam surah Luqman ayat 12-19. Menjelang ajalnya orang tua bijaksana, Luqman seakan menyimpulkan intisari kurikulum pendidikan yang ia ajarkan pada anaknya.

Pertama, memiliki anak dan menjadi orang tua adalah anugerah besar dari Allah. Karena itu, selayaknya seluruh orang tua mensyukuri anugerah besar itu dan mendidik anak berdasarkan prinsip syukur kepada Allah.

Kedua, bentengi anak-anak dari syirik dan jauhkan dia dari lingkungan dan pendidikan syirik. Sebab, syirik adalah bencana besar dalam keluarga. Kesyirikanlah yang menjadi akar semua persoalan dalam rumah tangga dan masyarakat.

Sebaliknya, tauhid Allah akan menjadi penerang dan perisai bagi anak dan anggota rumah tangga dari berbagai bencana dan petaka. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’” (QS Luqman [31]: 13).

Ketiga, mendidik ketaatan anak pada orang tua harus dibangun di atas fondasi  “bersyukur pada Allah dan menghargai pengorbanan ibu bapak”. Ketika anak telah pandai bersyukur pada Allah dan ibu bapaknya maka terbentang jalan kebahagiaan di depan matanya.

Keempat, jangan paksa anak dengan aturan orang tua sehingga dia menjadi penghamba orang tua. Bentuk sistem hukum yang benar dalam rumah tangga di mana Allah tempatnya disembah dan ditaati semua aturan hukumnya sementara orang tua hanya dihormati.

Kelima, didik dan sekolahkan anak dengan tujuan agar mereka taat pada Allah bukan malah menjauh dari-Nya. Manfaat ilmu diukur dari tingkat kesadaran anak pada pengawasan Allah. (Luqman berkata), “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya, Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui.” (QS Luqman [31]: 16).

Keenam, tanamkan tiga pendidikan mental dasar yang wajib diberikan kepada anak.  Tiga hal itu adalah komitmen tinggi dalam mendirikan shalat, keberanian beramar makruf dan nahi mungkar, serta berjiwa ksatria dengan sabar. Tiga mental dasar itulah yang menjadikan mereka orang besar serta mulia di lingkungan sosialnya.

Langkah ketujuh, biasakan dua pilar pendidikan akhlak mulia yang wajib bagi anak. Yaitu, pancarkan air muka tawadhu (rendah hati) dan tidak sombong memalingkan wajah karena menganggap rendah orang lain juga berlaku santun dan tidak angkuh saat berjalan dan berkarya. Dua akhlak mulia ini yang membuat anak manusia disukai manusia dan disegani oleh lawan. Allah menjelaskan hal ini dalam surah Lukman ayat 18.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Kedelapan, berikan dua teladan berpenampilan pada anak berupa sederhana dalam sikap dan penampilan selain itu bertutur lembut dan bijaksana dalam kebenaran.

Dan, sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya, seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Hal ini diungkapkan dalam surah Luqman ayat 19 . Beginilah orang tua bijaksana mendidik karakter anak dan generasi sebuah bangsa yang tangguh dan mulia. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 8 November 2012 / 23 Dzulhijjah 1433

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Pendidikan and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s