Derajat Hadis Keutamaan Asyura


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, waktu hari Asyura kemarin saya sering mendengar para ustadz di televisi menjelaskan keutamaan hari Asyura sebagai lebaran anak yatim. Ada hadis yang mereka sampaikan, siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura itu maka akan diangkat derajatnya di surga untuk setiap helai rambut anak yatim tersebut. Bagaimana derajat hadis itu ?

Abdul Razaq – Medan

Jawaban :

Hadis yang Anda maksud adalah hadis dari Ibnu Abbas. “… Dan barang siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, akan diangkat derajatnya untuk setiap helai rambutnya nanti di surga.” Umar lalu berkata kepada Nabi, “Ya Rasulullah! Allah telah memberikan keutamaan kepada kita di hari Asyura ini. “Rasulullah bersabda, “Iya, karena pada hari Asyura inilah Allah menciptakan langit, bumi, ‘Arsy, gunung-gunung, dan bintang-bintang.” (HR Baihaqi).

Hadis ini diriwayatkan Imam Baihaqi, tetapi beliau menjelaskan hadis ini munkar dan sanadnya sangat lemah. Disebutkan juga hadis ini bertentangan dengan ayat Al-Quran, yaitu al-Araf ayat 54. Karena dalam hadis ini dinyatakan Allah menciptakan langit, bumi, dan gunung-gunung semuanya pada hari Asyura, padahal dalam ayat di atas dijelaskan Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari.

Suatu hal mustahil jika semua hari dalam setahun itu adalah hari Asyura. Dan itu menunjukkan kelemahan hadis ini. Banyak ahli hadis yang mengatakan, hadis ini adalah maudhu’ (palsu). Imam al-Syaukani dalam kitab “al-Fawaid al-majmu’ah fi al-ahadis al-maudhu’ah” menegaskan, hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ini adalah hadis maudhu’ (palsu).

Al-Mula Ali al-Qari dalam kitab “al-Asrar al-marfu’ah fi al-akhbar al-maudhu’ah” juga mengatakan, hadis ini adalah batil karena perawi hadis ini yang bernama Habib adalah orang yang sering memalsukan hadis. Imam al-Suyuthi juga memasukkan hadis ini ke dalam kitabnya yang memuat hadis-hadis palsu, yaitu “al-La’ali al-mashnu’ah fi ala hadis al-maudhu’ah”.

Imam Ibnu al-Jauzi pun memasukkan hadis tersebut ke dalam kitabnya yang memuat hadis-hadis palsu, yaitu “al-Maudhu’at al-kubra”. Berdasarkan kenyataan ini, jelaslah bagi kita hadis di atas adalah maudhu’ (palsu) yang dibuat-buat oleh mereka yang berani berdusta atas nama Rasulullah. Padahal, Rasul melarang hal itu.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabi bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat, dan ceritakanlah cerita-cerita dari Bani Israil dan tidak ada dosa. Dan barang siapa berdusta atas namaku secara sengaja, hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka”. (HR Bukhari).

Rasulullah juga bersabda, “Barang siapa yang menceritakan dari saya satu perkataan yang disangka dusta maka dia adalah salah seorang pendusta.” (HR Muslim). Berdasarkan hal ini, hukum meriwayatkan hadis palsu adalah haram kecuali untuk menjelaskan hadis itu adalah palsu. Dan, tentunya kita tidak boleh beramal berdasarkan hadis palsu tersebut karena itu bukan berasal dari Nabi.

Karena itu, kita harus berhati-hati dalam menyebutkan suatu hadis dan harus tahu dulu derajat hadis tersebut. Tujuannya agar kita tidak termasuk orang yang berdusta atas nama Nabi. Apalagi, jika kita termasuk sosok yang didengarkan orang banyak, hal itu dapat menyebabkan orang menyimpang dan tersesat dari ajaran Rasulullah.

Dan, sarana untuk dapat mengetahui kedudukan dan derajat suatu hadis itu sekarang sudah sangat mudah. Banyak kitab hadis, baik yang memuat hadis-hadis sahih maupun yang khusus memuat hadis-hadis palsu. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 30 November 2012 / 16 Muharram 1434 H

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Hadis and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s