Haji Itu Arafah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, mengapa Arafah begitu istimewa sehingga Nabi SAW menyebutkan dalam hadisnya, ‘al-hajju ‘arafah ? Apa maksudnya, Ustadz?

Jundullah — Bekasi

Jawaban :

Dari Abdurrahman bin Ya’mar al-Dili, ia berkata, “Saya menyaksikan Rasulullah SAW sedang wukuf di Arafah, lalu datang sekelompok orang dari Nejed dan bertanya, ‘Ya Rasulullah! Bagaimanakah haji itu?’ Maka, Rasulullah SAW menjawab, ‘Haji itu adalah Arafah (wukuf di Arafah) maka barang siapa yang datang sebelum shalat Subuh dari malam jama’ (malam Mudzdalifah yang mengumpulkan semua jamaah haji di sana) maka sempurnalah hajinya. Hari Mina itu adalah tiga hari, barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari maka tiada dosa baginya. Dan, barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu) maka tidak ada dosa pula baginya.’ Kemudian beliau menyuruh seorang laki-laki berdiri di belakangnya dan menyerukan hal itu.” (HR Tirmizi, al-Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Maksud hadis ini, wukuf di Arafah rukun haji yang paling utama sehingga seorang yang melaksanakan ibadah haji harus berwukuf di Arafah. Jika tidak sempat melakukan pada waktunya, hajinya tahun itu dianggap batal dan ia mesti mengulanginya tahun berikutnya jika ia masih mampu. Jadi, hadis ini menjelaskan pentingnya kedudukan wukuf di  Arafah dalam rentetan prosesi ibadah haji. Bukan berarti jika seseorang sudah wukuf di Arafah, ia tidak perlu lagi melakukan rukun dan wajib haji yang lain.

Pengkhususan waktu pada hari kesembilan bulan Dzulhijah dan tempat di Arafah untuk wukuf dalam pelaksanaan ibadah haji ini merupakan salah satu perkara yang belum diketahui hikmahnya karena dalam syariat dan hukum Allah SWT itu, ada hal yang dapat diketahui hikmahnya oleh manusia, seperti hukum qisas, yaitu untuk menjaga kehidupan dan hukuman bagi penzina untuk menjaga keturunan. Ada juga yang tidak diketahui hikmah dan maslahatnya,

seperti penentuan puasa pada bulan Ramadhan, penentuan shalat Subuh dua rakaat, dan termasuk penentuan Arafah untuk pelaksanaan wukuf. Di sini, kita diuji apakah tetap tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT meskipun kita belum mengetahui maslahat dan hikmah dari perintah-Nya.

Sedangkan, hari Arafah itu adalah di antara hari yang dimuliakan Allah SWT di mana hari itu terdapat banyak keutamaan-keutamaan yang seharusnya setiap Muslim selalu berusaha memanfaatkannya dengan memperbanyak amal ibadah pada hari itu.  Di antara keutamaan-keutamaan hari Arafah sebagai berikut.

Hari Arafah salah satu hari dari 10 hari pertama bulan Dzulhijah yang pada hari-hari itu Allah sangat mencintai amal saleh yang dilakukan seorang hamba, bahkan lebih mencintainya daripada jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan apa pun. Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama dari bulan Dzulhijah.’ Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?’ Beliau bersabda, ‘Dan, tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan apa pun’.” (HR Tirmizi, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah).

Hari Arafah adalah hari disempurnakannya Islam dan dicukupkan nikmat. Dalam kitab hadis sahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari Umar bin Khathab ra bahwa ada seorang laki-laki Yahudi berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mukminin, ada satu ayat dalam kitab kalian yang kalian baca, kalau ayat itu diturunkan kepada kami, orang-orang Yahudi, pasti kami menjadikan hari diturunkannya itu sebagai hari raya.“ Umar berkata, “Ayat yang mana itu?“ Dia menjawab, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.“ (QS al-Maidah [5]: 3).

Umar menjawab, “Kami mengetahui hari dan tempat diturunkannya ayat kepada Nabi SAW pada saat itu beliau berada di Arafah pada hari Jumat.“

Hari Arafah adalah hari yang Allah bersumpah dengannya dan Zat Yang Mahaagung tidak akan bersumpah, kecuali dengan yang agung pula. Hari Arafah itulah hari yang disaksikan dalam firman-Nya, “Dan, yang menyaksikan dan yang disaksikan.“ (QS al-Buruj [85]: 3). Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Al-Yaumul Mau’ud (hari yang dijanjikan) adalah hari kiamat, Al-Yaumul Masyhud (hari yang disaksikan) adalah hari Arafah sedangkan Asy-Syahid (yang menyaksikan) adalah hari Jumat.“ (HR Tirmidzi).

Hari Arafah adalah hari witir (ganjil) yang Allah bersumpah dengannya, “Dan, yang genap dan yang ganjil.“ (QS al-Fajr: 3). Ibnu Abbas ra berkata, “Asy-Syaf’u (yang genap) adalah hari penyembelihan sedangkan al-Witr (yang ganjil) adalah hari Arafah.“  Ini juga pendapat Ikrimah dan adh-Dhahak.

Semoga kita termasuk orang yang selalu dapat memanfaatkan waktu dan tempat yang dimuliakan dan diutamakan oleh Allah SWT. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 29 September 2012 / 13 Dzulqaidah 1433 H

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Haji and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Haji Itu Arafah

  1. Pingback: Motivasi Ikhlas, Bekal Meraih Haji Mabrur | bijak.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s