Sembako dari Gereja


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana hukumnya kita menerima pemberian sembako dari gereja? Sekarang banyak geraja menawarkan bantuan sembako murah kepada umat Islam yang miskin dengan jaminan KTP. Mohon penjelasannya.

Hamba Allah

Jawaban :

Pada dasarnya, tidak ada halangan dan dibolehkan bagi umat Islam untuk menerima hadiah dan pemberian dari orang kafir, baik dari ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ataupun dari umat agama lain, sebagaimana halnya Nabi SAW menerima berbagai hadiah dari orang kafir, seperti dari al-Muqauqis, penguasa Romawi di Mesir, dari Raja Aylah, dan yang lainnya. Imam Bukhari bahkan mengkhususkan satu bab dalam kitab sahihnya dengan nama bab “qabul hadiyat al-musyrikin“ (bab diterimanya hadiah orang musyrik).

Di antara hadis-hadisnya, yakni Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa seorang wanita Yahudi menghadiahkan kepada Rasulullah SAW kambing yang telah diracuni. Hisyam bin ‘Urwah meriwayatkan dari bapaknya, oleh Aisyah, ia berkata, “Rasulullah SAW menerima hadiah, membalasnya dengan memberikan hadiah kembali, dan itu umum mencakup segala macam hadiah.“

Jadi, boleh bagi umat Islam untuk menerima bantuan dari orang kafir, baik dari pribadi atau institusi, selama barang yang diberikan bukan barang yang haram, seperti babi, khamar, atau binatang yang mereka sembelih untuk Tuhan yang mereka sembah. Dan, tidak ada konsekuensi dari pemberian itu yang mengorbankan agama dan akidah kita, atau bekerja sama dengan mereka dalam menjalankan rencana dan strategi mereka untuk menghancurkan atau memurtadkan umat Islam.

Jangan sampai gara-gara pemberian itu, menjadikan hati kita cenderung kepada agama mereka. Karena, biasanya orang akan cenderung hatinya kepada orang yang selalu berbuat baik kepadanya. Jika hal itu terjadi maka tidak boleh mengambil pemberian itu.

Akan tetapi, jika tidak memerlukan bantuan atau pemberian itu, tentu lebih baik tidak mengambilnya karena Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa tangan di atas itu lebih utama daripada tangan di bawah.

Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, Hakim bin Hizam ra meriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan, mulailah dari orang yang menjadi tanggungan Anda. Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari harta yang lebih dari kebutuhan. Barang siapa yang menjaga dirinya (dari meminta minta) maka Allah akan menjaganya. Barang siapa yang merasa cukup diri maka Allah akan mencukupkannya.“ (HR Bukhari).

Meminta-minta kepada orang lain dalam Islam adalah perbuatan tercela meskipun meminta kepada orang Islam, kecuali terpaksa untuk meminta.

Dari Samurah bin Jundub, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Minta-minta itu merupakan cakaran, yakni seseorang mencakar wajahnya dengan meminta-minta, kecuali jika seseorang meminta kepada penguasa atau atas suatu perkara yang sangat perlu.“ (HR Ahmad, Abu Daud, al-Nasa’i, Tirmidzi, dan Baihaqi).

Bahkan, dalam hadis lain dijelaskan, Hamzah bin Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa ia mendengar ayahnya berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya. ‘” (HR Muslim).

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 27 September 2012 / 11 Dzulqaidah 1433 H

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s