Keutamaan Jihad


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Terminologi jihad seakan menjadi biang kerok banyak kerusuhan dan kekerasan di mana-mana, sehingga ada yang berinisiatif untuk meredefinisi terminologi jihad. Di lain pihak, ada yang sangat merindukan jihad bahkan mati syahid. Sebenarnya, keutamaan apa yang ada dari balik kata jihad menurut Islam?

Wahhab Abd Mannan Sk — Solo

Jawaban :

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan, sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.“ (QS Al-Shaf [61]: 13).

Berdasarkan ayat di atas, secara konseptual, jihad di jalan Allah SWT adalah proyek perniagaan antara seorang Mukmin dan Allah yang barternya jaminan bebas dari pedihnya siksa neraka.

Banyak sekali ayat Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan jihad di jalan Allah SWT. Di antara keutamaan jihad di jalan Allah SWT itu adalah:

  • Jihad adalah perniagaan paling menguntungkan dan tak akan merugi, karena pelakunya sedang bertransaksi dengan Allah SWT dan balasannya adalah surga tertinggi (firdaus).

Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa Ummu al-Rabi’ binti al-Bara, yakni ibu Haritsah bin Suraqah mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah tidakkah engkau menceritakan kepadaku tentang Haritsah, jika ia berada di surga, aku akan bersabar, dan jika ia tidak berada di surga, aku akan meratapinya.“ Beliau menjawab, “Wahai Ummu Haritsah, sesungguhnya surga itu bertingkat-tingkat dan putramu berada di surga firdaus, tingkatan surga yang paling tinggi.“ (HR Bukhari).

  • Jihad di jalan Allah SWT adalah di antara amalan yang paling     dicintai Allah SWT. Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, apakah amalan yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.“ Saya bertanya lagi, “Lalu apa?“ Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.“ Saya bertanya lagi, “Kemudian apa?“ Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.“ (HR Bukhari dan Muslim).
  • Jihad adalah mencapai puncak tertinggi dalam berislam. Mu’az bin Jabal meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Puncak tertinggi Islam adalah berjihad di jalan Allah SWT.“ (HR Ahmad).
  • Tidak ada amalan yang menyamai keutamaan berjihad di jalan Allah SWT.  Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Ditanyakan kepada NAbi Muhammad SAW amalan apakah yang bisa menyamai jihad di jalan Allah SWT ? Beliau menjawab, ‘Kalian tidak akan mampu melakukannya.’ Orang-orang itu mengulang pertanyaan mereka dua atau tiga kali dan selalu dijawab oleh Rasulullah SAW, ‘Kalian tidak akan mampu melakukannya.’ Pada pertanyaan yang ketiga beliau menjawab, ‘Perumpamaan mujahid yang berjihad di jalan Allah SWT seperti orang-orang berpuasa, melakukan shalat dan khusyu’, membaca ayat-ayat Allah. Ia tidak pernah berhenti dari puasa dan shalatnya hingga mujahid yang berjuang di jalan Allah itu pulang’.“ (HR Bukhari dan Muslim).
  • Berangkat berjihad itu lebih baik dari dunia seisinya. Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berangkat untuk berjihad di jalan Allah pada waktu pagi atau sore itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.“ (HR Bukhari dan Muslim).
  • Tak seorang pun yang masuk surga ingin kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid agar bisa terbunuh kembali dalam perang di jalan Allah SWT.

Anas bin Malik ra meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabda, “Tidak ada seorang pun yang masuk surga ingin kembali ke dunia walaupun mempunyai kekayaan yang besar di dunia kecuali orang yang mati syahid. Sesungguhnya ia ingin bisa kembali ke dunia kemudian terbunuh lagi (dalam jihad) sebanyak 10 kali karena ia melihat kemuliaan yang ia dapat.“ (HR Bukhari dan Muslim).

  • Allah SWT akan mengampuni semua dosa orang yang mati syahid kecuali utangnya. Abdullah bin ‘Amru bin al-Ash meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Mati sewaktu berjihad di jalan Allah dapat menghapus semua dosa kecuali utang.“ (HR Muslim). Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 11 Oktober 2012 / 25 Dzulqaidah 1433

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Jihad and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s