Menghafal Al-Quran Ketika Haid


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, seumpama ada seorang murid perempuan disuruh menghafalkan Juz Amma dan harus disetorkan hafalan besok harinya, tetapi murid tersebut lagi uzur (haid), bolehkah murid tersebut menghafalkan Al-Quran dalam keadaan haid?

Zaskia — Bogor

Jawaban :

Jumhur ulama dari kalangan empat mazhab Ahlusunah sepakat bahwa tidak boleh bagi seorang wanita yang sedang haid untuk memegang dan menyentuh Al-Quran. Demikian halnya pendapat sebagian besar para sahabat Nabi SAW sehingga ada yang mengatakan bahwa larangan itu merupakan ijma sukuti (konsensus tersirat) kalangan sahabat Nabi SAW. Alasannya, tidak ada pendapat yang menentang larangan tersebut. Pendapat itu berdasarkan hadis Nabi Muahmmad SAW berupa surat beliau kepada masyarakat Yaman yang dibawa oleh ‘Amr bin Hazm yang di antara isinya terdapat, “…. Hendaklah tidak menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci.“ (HR Imam Malik, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi).

Dan, jumhur ulama berpendapat bahwa wanita yang sedang haid juga dilarang untuk membaca Al-Quran meskipun tanpa menyentuh mushaf sampai ia bersuci, kecuali ia membaca sebagian ayat Al-Quran dengan niat berzikir atau berdoa bukan dengan niat tilawah Al-Quran, seperti membaca bismillah dan rabbana aatina fiddunya hasanah. Hal itu karena orang yang sedang haid dianalogikan dengan orang yang sedang junub dengan ilat (alasan) kedua-duanya adalah hadas besar yang menyebabkan mandi wajib. Orang yang sedang junub dilarang untuk membaca Al-Quran maka wanita yang sedang haid juga dilarang untuk membaca Al-Quran.

Dijelaskan dalam satu riwayat. Dari Ali, ia berkata, “Rasulullah SAW selalu membacakan Al-Quran kepada kami dalam segala keadaan selama beliau tidak dalam keadaan junub.“ (HR Tirmizi dan Ahmad).

Atau, dalam riwayat lain disebutkan, “Ali meriwayatkan bahwa tidak ada yang menghalangi Rasulullah SAW dari membaca Al-Quran, kecuali beliau dalam keadaan junub.“ (HR Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, al-Nasa’i, al-Hakim, dan Ibnu Hibban).

Sedangkan, sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa boleh bagi seorang wanita yang sedang haid untuk membaca Al-Quran tanpa menyentuhnya. Ini adalah pendapat Mazhab Maliki, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, salah satu pendapat dalam Mazhab Syafi’i, dan dipilih oleh Ibnu Taimiyyah.

Hukum asal membaca Al-Quran adalah dibolehkan sampai ada dalil yang melarangnya dan tidak ditemukan dalil kuat yang melarang seorang wanita sedang haid membaca Al-Quran. Menganalogikan haid dengan junub juga adalah suatu analogi yang jauh (qiyas ma’a al-fariq) karena seorang yang sedang junub bisa dengan segera menghilangkan junubnya dengan segera mandi dan ia harus melakukan itu agar bisa menunaikan shalat sedangkan wanita yang sedang haid harus menunggu sampai haidnya berhenti terlebih dulu yang terkadang memakan waktu berhari-hari. Melarang wanita yang sedang haid untuk membaca Al-Quran itu akan menghalangi mereka mendapatkan pahala tilawah Al-Quran dalam jangka waktu yang lama dan mungkin juga akan menyebabkan mereka lupa akan hafalan Al-Quran. Atau, mereka sangat perlu membaca Al-Quran untuk belajar dan mengajar. Inilah pendapat yang kuat.

Bahkan, Ibnu Taimiyyah dan sebagian ulama Mazhab Maliki berpendapat bahwa wanita yang sedang haid boleh menyentuh mushaf Al-Quran jika dalam keadaan mendesak, seperti untuk menghafal agar tidak lupa atau untuk belajar dan mengajar.

Berdasarkan hal itu maka dibolehkan bagi murid yang sedang haid untuk menghafal Al-Quran meskipun ia dalam keadaan haid karena ini adalah keadaan yang mendesak. Namun, untuk keluar dari perbedaan pendapat ulama maka sebaiknya ia tidak menyentuh mushaf atau menyentuhnya dengan ada penghalang sehingga ia tidak menyentuh mushaf itu secara lansung.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 15 September 2012/28 Syawal 1433 H

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s