Menghadapi Musibah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimana caranya supaya hati lebih tenang dan tawakal ketika cobaan atau musibah sedang berpihak kepada kita? Shalat, dzikir, dan lain-lain insya Allah selalu dijalani, tetapi mengapa masih saja hati ini terasa gundah. Mohon penjelasannya.

Hamba Allah

Jawaban :

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS al-Hadid: 22-23).

Allah adalah Maha Pengasih di dunia kepada semua hamba-Nya dan Maha Penyayang hingga akhirat, khusus kepada orang beriman saja. Semua takdir Allah, bahagia dan sedih bentuk ujian Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Begitu pula musibah dan keberuntungan, untung dan rugi, sehat dan sakit, kemudahan dan kesulitan, adalah sebagai bentuk ujian keimanan.

Allah berfirman,”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS al-Ankabut: 2).

Bahkan, kematian yang paling ditakutkan adalah juga bagian dari ujian Allah. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS al-Anbiya: 35).

Dari semua musibah, adakah yang paling menakutkan dibanding kematian? Sementara kematian dan kehidupan hanya makhluk yang diciptakan untuk diuji kualitas keimanan semua hamba.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS al-Mulk: 2).

Namun, tak perlu sedih dan cemas yang berkepanjangan karena musibah yang Allah timpakan hanya sebagian kecil akibat akumulasi kesalahan-kesalahan dan semuanya akan segera berlalu. Sebentar lagi kesedihan akan berganti kebahagiaan jika dihadapi dengan cara berbaik sangka pada takdir-takdir-Nya (innalillah) dan mengembalikan permohonan solusi lagi kepada-Nya (wa inna ilaihi raaji’uun).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’” (QS al-Baqarah: 155-156).

Cara terhebat menghadapi musibah adalah bersabar dan tetap berbaik sangka (positive thinking) terhadap tindakan-tindakan (af’alullah) karena semua yang berasal dari-Nya adalah untuk kebaikan hamba-Nya. Ada beberapa hal yang dapat menguatkan kesabaran dalam menghadapi musibah dan cobaan yang diberikan Allah SWT di antaranya:

  • Ikrarkan dan pahamilah Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali). Kita hanya hamba milik-Nya yang hina dan berlumur kesalahan. Pada akhirnya hanya kepada Allah semua harapan ditujukan dan disandarkan.
  • Yakinlah pada janji baik Allah SWT dan Rasul-Nya bahwa bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar dalam musibah akan ada balasan kebaikan tanpa batas.
    “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu.’ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS az-Zumar: 10).
    Dan, diriwayatkan dari Shuhaib, ia berkata,”Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh menakjubkan perkara kaum Mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugerahi nikmat, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR Muslim).
  • Yakinlah bahwa di balik satu kesulitan telah Allah siapkan dua kemudahan jika mau bersabar. Allah SWT berfirman, “Karena sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS ash-Syarh: 5-6).
  • Berdoalah selalu kepada Allah SWT dan yakini bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkannya. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu,12 September 2012 / 25 Syawal 1433 H

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s