Film ‘The Innocence of Muslims’


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Dalam film “The Innocence of Muslims“, Islam diidentikkan dengan agama teroris. Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai penghamba seks. Beliau dianggap pembunuh haus darah yang bodoh seperti keledai. Salahkah jika umat Islam di seluruh dunia melampiaskan amarahnya hingga turun ke jalan-jalan ?!

Mujahid — Makassar

Jawaban :

Sejujurnya, setiap orang yang berakal sehat ketika menonton film tersebut, pasti melihat betapa rendah dan murahannya film itu. Yang aneh bukan cuma pengakuan dan kemarahan pemeran film tersebut yang kecewa karena kebohongan sang produser yang memelintir mulai dari judul sampai kepada narasi film, tetapi juga tidak jelasnya sutradara film tersebut. Namun, dari semuanya yang paling aneh adalah standar ganda penegak HAM dunia, termasuk Pemerintah Amerika Serikat yang menganggap penistaan dan penodaan agama sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

Anehnya, ada yang paradoks di dalam tubuh umat Islam Indonesia, yaitu jika harga diri atau kelompok mereka yang ternoda maka mereka berani mati untuk memperjuangkan harga diri dan golongannya. Namun, jika kehormatan Allah, Rasul-Nya, dan Islam yang dinodai dan dinistakan maka seperti tak terjadi apa-apa, inna lillahi wa inna ilayhi rojiun. Jika hati dipenuhi cinta pada Allah maka akan mengikuti sunah Rasul-Nya, jika agama Allah telah dinistakan maka harga diri, bahkan nyawa pun jadi tak berharga.

Dalam suatu hadisnya, Aisyah ra menjelaskan, “Tidaklah Rasulullah SAW jika diminta memilih antara dua perkara, kecuali beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya, selama hal itu bukan merupakan dosa. Jika hal itu merupakan dosa, maka beliau adalah manusia yang paling jauh dari dosa. Dan, tidaklah beliau membalas dengan hukuman untuk (membela) dirinya sama sekali. Kecuali, jika perkara-perkara yang diharamkan Allah dilanggar maka beliau akan membalas dengan hukuman terhadap perkara itu karena Allah SWT.“ (HR Bukhari dan Muslim).

Ibnu Abdil Barr menggambarkan bahwa orang yang tak terusik jika kehormatan Allah dan Rasul-Nya serta al-Islam dinodai ibarat hewan penjaga barang tuannya, hewan ini dengan garang dan setia menjaga harta benda majikannya, tapi jika Allah penciptanya dinistakan, ia tak bergeming sedikit pun.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 17 September 2012/1 Dzulqaidah 1433

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Aqidah, Bachtiar Nasir, Dunia Islam and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s