Kenapa Harus Bershalawat ?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, sebagaimana yang menjadi keyakinan kita sebagai umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW itu adalah orang yang maksum, yang terjaga dari segala dosa, dan Allah SWT sudah menjamin bahwa beliau adalah manusia pertama yang akan masuk surga. Lalu, mengapa kita diperintahkan untuk selalu bershalawat kepada beliau, bahkan setiap shalat kita selalu diwajibkan untuk selalu bershalawat kepada beliau? Bukankah sebenarnya, kita lebih perlu terhadap semua shalawat dan salam agar bisa selamat dari siksa dan masuk surga karena kita tidak pernah lepas dari dosa dan khilaf?

Wiryawati – Jakarta

 

Jawaban :

Bershalawat kepada Nabi SAW adalah salah satu bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana yang diperintahkan, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.“ (QS al-Ahzab: 56).

Rasulullah SAW juga mengajarkan dan menganjurkan kepada umatnya untuk selalu bershalawat kepadanya dan beliau juga menjelaskan pahala dan balasan bagi orang yang bershalawat kepadanya. Di antaranya adalah: ·

  • Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.“(HR Muslim).
  • Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh, akan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan dia akan diangkat sepuluh derajat.“ (HR Al Nasa`i).

Bershalawat sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT, yakni kebaikan dan keutamaannya akan kembali kepada orang yang melakukannya dengan penuh keikhlasan dan bukan hanya untuk Nabi SAW. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Nabi SAW di atas. Jika seseorang bershalawat kepada Nabi SAW sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.

Nabi SAW diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia sebagai rahmat dan pembawa hidayah yang menunjukkan manusia agar berjalan menuju Allah SWT, serta menyelamatkan mereka dari kegelapan jahiliah menuju cahaya Islam. Dengan hal itu, tentunya Nabi mempunyai jasa yang sangat besar bagi umat manusia sehingga sudah sepantasnya mereka bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat yang besar itu. Dan, mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan selalu bershalawat kepada Nabi SAW.
Jika seseorang selalu menyebut-nyebut orang yang berjasa kepadanya dalam urusan dunia, seperti guru yang mengajarkannya ilmu, dokter yang menyembuhkan penyakitnya atas izin Allah SWT, atau dermawan yang membantunya ketika dalam kesulitan, tentunya jasa Nabi SAW paling besar. Sebab, mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat lebih besar dan lebih mulia dari semua itu. Maka, sudah seharusnya jika umat Muhammad selalu bershalawat kepada Nabi SAW di setiap kesempatan.

Syaikh Abdurrahman al-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan ayat 56 dari surah al-Ahzab di atas bahwa shalawat dan salam kepada Nabi SAW merupakan amalan diikuti Allah SWT dan para malaikat-Nya, sebagai balasan terhadap jasa-jasa Nabi SAW. Pun sebagai penyempurna keimanan umatnya, sekaligus pengagungan terhadap Nabi SAW, dan ungkapan rasa cinta dan hormat kepada beliau. Selain itu, sebagai penambah amal kebaikan dan penghapus kesalahan.

Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya Jala’ al-ifham fi fadhl al-shalat wa al-salam ‘ala khair al-anam menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi SAW setelah memberitahukan bahwa Dia dan para malaikat-Nya bershalawat kepada beliau. Hal itu berarti bahwa jika Allah SWT dan para malaikat-Nya saja bershalawat kepada Nabi SAW maka kamu sekalian lebih berhak dan patut untuk selalu bershalawat dan salam kepadanya atas apa yang telah kamu dapatkan dari berkah risalahnya.

Semoga kita termasuk orang yang senantiasa bershalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sehingga Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat-Nya dan menghapuskan segala kesalahan, serta meninggikan derajat kita. Amin.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 6 September 2012 / 19 Syawal 1433 H

Ilustrasi : aslamattusi

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Ibadah and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kenapa Harus Bershalawat ?

  1. Al says:

    mengapa anda selalu menggunakan pedoman yang diambil dari fatwa Ibnu Taymiyah? padahal Dia bukan dari golongan Ulama Mujtahidin, sedangkan Imam yang Empat ( Hanafi’Hambali,Maliki dan Syafi’ie) mereka lebih ‘alim dan patut untuk dijadikan pedoman semua fatwanya, bararti Nabi anda Ibnu taymiyah donk..karena anda hanya mengagungkan dia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s