Memiliki Bibel


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apakah boleh bagi seorang Muslim untuk memiliki kitab Injil atau Taurat yang ada sekarang dan membacanya hanya untuk sekadar ingin tahu apa yang terdapat di dalamnya? Mohon penjelasannya ustadz.

Hamba Allah

Jawaban :

Sebagai Muslim kita memercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab dan lembaran (suhuf) suci kepada para rasul-Nya, di antaranya yang disebutkan dalam Al-Quran adalah suhuf yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Musa AS. Taurat diwahyukan kepada Nabi Musa AS, Zabur kepada Nabi Daud AS, Injil kepada Nabi Isa AS, serta Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Keyakinan ini termasuk ke dalam rukun iman yang wajib dipercayai seorang Muslim.

Tetapi, kita juga meyakini bahwa kitab-kitab suci yang ada di tangan ahli kitab pada zaman sekarang ini, seperti Taurat dan Injil, telah mengalami distorsi dan penyelewengan, baik berupa penambahan, pengurangan, maupun perubahan. Allah ta’ala mengingatkan, “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? “ (QS al-Baqarah [2]: 75).

“Maka, kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, “Ini dari Allah“ (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dari perbuatan itu. Maka, kecelakaan yang besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Baqarah [2]: 79).

Ditegaskan dalam Al-Quran bahwa semua yang bermanfaat dari kitab-kitab terdahulu telah disebutkan dan dijelaskan Allah SWT. Dalam Al-Quran, sudah mencukupi bagi orang beriman tanpa perlu lagi melihat pada kitab-kitab yang telah mengalami penyelewangan dan perubahan tersebut. Allah SWT telah menegaskan, “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya), dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (QS al-Maidah [5]: 48).

Dan jika seorang Muslim yang awam membaca Taurat atau Injil, bisa saja ia akan membenarkan apa yang batil yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut dan mendustakan apa yang sebenarnya adalah kebenaran, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Nabi SAW.

Oleh karena itulah, banyak ulama melarang seorang Muslim untuk membaca kitab suci ahli kitab, yaitu Taurat dan Injil. Al-Bahuti dalam kitab Kasyaf al-Qanna’ mengatakan bahwa tidak boleh melihat kitab suci ahli kitab berdasarkan nash dari hadis Nabi SAW di atas bahwa beliau marah ketika melihat Umar membawa lembaran dari kitab Taurat karena bahaya merusak akidah. Imam Ibnu Muflih dalam kitab al-Adab al-Syar’iyyah meriwayatkan bahwa Imam Ahmad ditanyakan tentang masalah ini dalam riwayat Ishaq bin Ibrahim, maka beliau marah, dan berkata sambil marah, “Apakah ini yang ditanyakan seorang Muslim?

Maka, tidak boleh bagi seorang Muslim untuk memiliki dan membaca kitab-kitab suci ahli kitab karena tidak ada manfaat baginya, dan banyak kebatilan serta distorsi wahyu yang terdapat di dalamnya. Cukup bagi kita untuk membaca, mendalami, serta menadaburi makna Al-Quran yang kandungannya meliputi segala isi dan kandungan kitab suci terdahulu.

Kecuali bagi para ulama yang mempunyai ilmu yang mendalam yang bisa membedakan perkara yang benar dan batil, yang membaca dan mempelajarinya untuk membantah segala kebatilan dan penyelewengan yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Bahkan, hal itu hukumnya adalah fardhu kifayah agar para ulama yang berilmu itu dapat menjelaskan segala distorsi, penyelewengan, dan perubahan yang dilakukan ahli kitab terhadap kitab-kitab suci tersebut kepada umat Islam pada umumnya. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Hazm dan Ibnu Taimiyyah lebih mengetahui kandungan Taurat dan Injil daripada penganut umat Yahudi dan Nasrani sendiri. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 29 Agustus  2012 / 11 Syawal 1433 H

Ilustrasi : History of the Bible

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Aqidah, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s