Hak Ahli Waris yang Belum Balig


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Seorang Muslim wafat meninggalkan ibu, anak perempuan yang masih kecil (usia dua tahun), saudara laki-laki kandung, dan paman kandung. Istri almarhum tersebut telah wafat juga, sekarang anak perempuan mereka diasuh oleh neneknya (ibu almarhum). Bagaimana hak ahli waris yang belum balig serta pengurusannya, baik ketika belum maupun sesudah balig?

Hamba Allah

Jawaban :

Anak yang belum balig termasuk yang berhak menerima warisan dari almarhum. Pengelolaan harta warisan bila anak itu masih belum sampai usia rusyd (cakap dalam memelihara harta), dapat diamanatkan kepada kerabat yang dapat dipercaya untuk mengemban tugas penjagaan atau pengelolaan hartanya. Demi menjaga diri dari fitnah, akan lebih baik jika pemegang amanat itu mengangkat saksi-saksi yang dapat dipercaya mampu bersikap netral.

Para saksi dapat mengontrol saat penerimaan hingga penyerahan dana tersebut. Hingga nantinya, anak itu sampai pada usia sudah sanggup membelanjakan atau mengelola sendiri hartanya.

“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk nikah. Kemudian, jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa yang miskin, bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan, cukuplah Allah sebagai pengawas (atas persaksian itu).”  (QS An-Nisa [4]: 6).

Merujuk pada kasus di atas, yang bisa menjadi wali (orang yang memelihara harta) dari anak perempuan tersebut adalah saudara laki-laki kandung atau paman. Begitu pula, dengan perwalian nikah anak perempuan tersebut. Bagi para wali anak yatim diharamkan memakan harta anak yatim secara zalim. Mereka boleh menggunakan harta tersebut sebatas kepatutan yang wajar. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT, Surah An-Nisa ayat 10.

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”

Adapun perincian penyelesaian kasus di atas, ibu memperoleh 1/6 bagian karena almarhum meninggalkan anak. “Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak.”  (QS An-Nisa [4]: 11).

Anak perempuan mendapatkan 1/2 karena seorang diri. Firman Allah SWT menyatakan, “Jika anak perempuan itu seorang saja, ia memperoleh separuh harta.” (QS An-Nisa [4]: 11). Saudara laki-laki kandung mendapatkan sisa. Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah, “Berilah ahli waris hak-haknya dan sisanya untuk kerabat laki-laki yang terdekat.” (HR Bukhari dan Muslim). Sedangkan paman kandung, ia tak mendapatkan bagian harta waris karena terhijab/terhalang oleh saudara laki-laki kandung.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 31 Juli  2012 / 11 Ramadhan 1433 H

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s