Apakah Ciri-ciri Lailatul-Qadar ?


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz , saya ingin tahu ciri-ciri orang yang mendapatkan Lilatul-Qadar. Lantas, apa pula karakteristik Lailatul-Qadar tersebut ? Karena, banyak kerabat saya yang berspekulasi bahwa Lailatul-Qadar turun ketika malam hari di bulan Ramadhan terasa paling dingin dan pagi harinya matahari bersinar dengan cerah. Mohon penjelasannya.

Jawaban :

Pada suatu kesempatan, Rasulullah sempat hendak memberi tahu kapan Lailatul-Qadar itu turun. Namun, atas kehendak Allah, pemberitahuan tersebut tidak jadi karena pada saat Rasulullah hendak menyampaikannya, para sahabat waktu itu sedang asyik ngobrol dan membuat Rasulullah terdiam dan akhirnya dicabut kembali wahyu itu oleh Allah. Memang hal tersebut ada hikmahnya juga, yaitu agar umat Islam tidak mengutamakan satu hari dari yang lainnya sehingga kualitas Ramadhannya menjadi tidak sempurna.

Untuk sekadar menutupi keingintahuan, tidak ada salahnya kita mencoba memprediksi turunnya Lailatul-Qadar dengan melihat gejala alam seperti diungkap dalam beberapa hadits berikut.

Dari Ubay bin Ka’ab ra, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda,”Keesokan hari Lailatul-Qadar adalah matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.” ( HR Muslim )

Abu Hurairah ra pernah bertutur, kami pernah berdiskusi tentang Lailatul-Qadar di sisi Rasulullah Saw, beliau berkata,”Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” ( HR Muslim )

“Lailatul Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).” (HR At-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

Ciri-ciri tersebut umumnya berupa gejala alam yang terjadi pada malam bersangkutan atau bahkan keesokan harinya. Logikanya, kalau ciri-cirinya baru diketahui malam itu atau keesokan harinya, lantas kapan kita beramal salehnya ? Ini berarti bahwa sikap terbaik yang dapat kita lakukan adalah menggunakan kesempatan setiap malam Ramadhan untuk beramal semaksimal mungkin, dengan harapan satu di antaranya bersamaan dengana Lailatul-Qadar. Wallahu a’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 7 & 8  Th. XIII Juli – Agustus 2012 / Ramadhan – Syawal 1433 H                                                                                                                                                                              Ilustrasi : http://jaihoon.tv/

 ΩΩΩ

Entri Terkait :

  1. Ciri-ciri Orang Dapat Lailatul Qadar
  2. Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran
  3. ‘Lailatul Qadr Malam Penuh Berkah’
  4. Lailatul Qadar, Apakah Setiap Orang Akan Mendapatkannya ?
  5. Lailatul Qadar

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s