Waktu Imsak


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ustadz, pertanyaan saya singkat. Bisa diceritakan riwayat waktu imsak?

Arif

Jawaban :

Imsak dalam istilah fikih adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan intim, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari (QS al-Baqarah [2]: 187). Terbit fajar itu berbarengan dengan masuk waktu Subuh. Artinya, sejak masuk Subuh, kita tidak diperkenankan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Namun, imsak dalam terminologi yang berkembang di masyarakat adalah berhenti dari hal-hal yang membatalkan puasa 10 menit sebelum azan Subuh. Pemahaman seperti ini tidak salah kalau diniatkan sebagai upaya ihtiyathi (berjaga-jaga atau berhati-hati) sehingga ketika azan Subuh tiba, kita sudah benar-benar berhenti dari hal-hal yang membatalkan. Walaupun sebenarnya 10 menit sebelum Subuh (waktu imsak) masih diperbolehkan makan dan minum karena belum masuk waktu terlarang (belum Subuh)

Sumber : Konsultasi Puasa, Cahaya Ramadhan , Republika, Jumat , 10 Agustus  2012 / 21 Ramadhan 1433 H

Ilustrasi  :  blessedislam.com

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s