Al-Quran Jamuan Allah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya sering mendengar penceramah pada Ramadhan ini membacakan hadis yang menyatakan Al-Quran adalah ma’dubatullah, jamuan Allah. Apakah maksudnya dan sahihkah hadis tersebut?

Hery Kustil – Bandung

Jawaban :

Memang ada riwayat yang menjelaskan Al-Quran itu ma’dubatullah. Abdullah (bin Mas’ud) meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya, Al-Quran adalah hidangan dari Allah, terimalah hidangan-Nya semampu kalian. Al-Quran adalah tali Allah. Cahaya yang terang dan obat penyembuh yang bermanfaat. Al-Quran perisai bagi yang berpegang teguh kepadanya dan penyelamat bagi yang mengikutinya. Ia tidak akan menyimpang sehingga perlu diminta kembali. Ia tidak akan bengkok yang menyebabkan ia perlu diluruskan. Al-Quran tidak akan pernah habis keajaiban-keajaibannya. Tidak akan pernah lenyap kemuliaan dan kelezatannya karena sering diulang. Bacalah Al-Quran, Allah akan memberi pahala kepadamu. Bacaan itu untuk setiap hurufnya sepuluh kebajikan. Saya tidak mengatakan kepada kalian bahwa ‘alif lam mim’ itu satu huruf, tetapi ‘alif’ satu huruf, ‘lam’ satu huruf, dan ‘mim’ satu huruf.” (HR Hakim).

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Al-Quran merupakan hidangan dari Allah, belajarlah dari hidangannya semampu kalian. Al-Quran itu tali Allah. Cahaya yang terang dan obat penyembuh yang bermanfaat. Al-Quran adalah perisai bagi yang berpegang teguh kepadanya dan penyelamat bagi yang mengikutinya. Ia tidak akan bengkok yang menyebabkan ia perlu diluruskan dan tidak akan menyimpang sehingga perlu diminta kembali. Al-Quran tidak akan pernah habis keajaiban-keajaibannya. Tidak akan pernah lenyap kemuliaan dan kelezatannya karena sering diulang. Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya Allah akan memberi pahala kepadamu karena bacaan itu untuk setiap hurufnya 10 kebajikan. Saya tidak mengatakan kepada kalian bahwa ‘alif lam mim’ itu satu huruf, tetapi ‘alif’, ‘lam’, dan ‘mim’ itu 30 kebajikan.” (HR Al-Baihaqi).

Para perawi hadis berbeda pendapat tentang hadis ini apakah marfu’ (pernah diucapkan oleh Nabi) atau mauquf (tidak pernah diucapkan Nabi dan merupakan ucapan Ibnu Mas’ud). Ada yang meriwayatkannya sampai kepada Nabi dan ada juga yang hanya sampai kepada Abdullah bin Mas’ud. Kemudian, para ulama ahli hadis menjelaskan, riwayat yang mengatakan, hadis ini marfu’ sifatnya dhaif karena adanya Ibrahim bin Muslim al-Hajari, perawi yang lemah.

Ia sering me-marfu’-kan hadis-hadis mauquf sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ahmad, al-Bazzar, dan Ibnu Hajar. Yang sahih adalah hadis ini mauquf yang berarti riwayat ini berasal dari Abdullah bin Mas’ud. Isinya, menunjukkan kemuliaan dan keutamaan Al-Quran serta bermanfaat bagi yang membacanya, menghayatinya, berpegang teguh pada ajarannya, dan selalu mengikuti aturan dan petunjuknya.

Benar apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud, Al-Quran merupakan hidangan Allah karena di dalamnya terdapat segala yang dibutuhkan manusia untuk dapat selamat menikmati hidup di dunia dan akhirat.

Terdapat pula perintah dan larangan, berita-berita yang benar serta kisah-kisah bermanfaat. Al-Quran adalah tali kuat tempat bergantung yang bisa menyampaikan seorang hamba kepada penciptanya dan membawanya menuju tempat mulia yang Allah janjikan bagi hambanya yang saleh.

Al-Quran cahaya terang di hati orang-orang beriman yang selalu membaca, menghayati, dan mengamalkannya. Al-Quran obat mujarab bagi penyakit-penyakit hati, seperti keraguan, syirik, hasad, dengki, dan kesombongan. Begitu juga obat penyakit badan, ketika banyak orang sakit yang dibacakan Al-Quran, mereka kemudian sembuh dan sehat kembali.

Kitab ini juga perisai dan penyelamat bagi mereka yang selalu berpegang teguh dan mengikuti ajarannya. Sehingga, ia tidak banyak melakukan kesalahan dan berbuat dosa karena Al-Quran selalu menjaganya. Al-Quran itu tidak akan pernah habis keajaiban-keajaibannya. Dan, tidak akan pernah lenyap kemuliaan dan kelezatannya meskipun sering diulang-ulang membaca dan mentadaburinya. Meskipun kita membacanya setiap hari, siang, dan malam, tidak akan hilang rasa nikmat dan lezatnya membaca Al-Quran dan mentadaburi isinya.

Bahkan, setiap kita membaca dan mencoba mentadaburi Al-Quran, Allah membukakan kita makna-makna baru yang tidak diketahui sebelumnya. Allah menjanjikan balasan berupa 10 kebajikan untuk setiap huruf yang kita baca, yakni ‘alif’, ‘lam’, dan ‘mim’ itu bukan satu huruf, melainkan ‘alif’ itu satu huruf, ‘lam’ satu huruf, dan ‘mim’ satu huruf. Itulah Al-Quran. Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Rabu, 8 Agustus  2012 / 19 Ramadhan 1433 H

Ilustrasi : www.fanpop.com

 ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Al-Quran, Bachtiar Nasir, Hadis and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s