Hadis “Setan Dibelenggu”


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Muslim man prays on the street

Ustadz, pada Bulan Ramadhan ini kita sering mendengar hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa setan-setan dibelenggu. Tetapi, kenyataannya kita masih melihat kejahatan dan perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia. Apa maksud hadis tersebut ?

Fahrur Rozi Hz – Lumajang

Jawaban :

Betul ada hadis sahih yang menjelaskan ketika masuk Bulan Ramadhan para setan itu dibelenggu, seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab Shahih mereka. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Jika datang Bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan dibelenggu.” ( HR Bukhari dan Muslim, ini lafaz Muslim ).

Melihat kenyataan yang ada, di mana kita masih saja melihat orang yang melakukan kejahatan dan berbuat maksiat pada Bulan Ramadhan ini padahal berdasarkan hadis di atas setan dibelenggu, mungkin timbul pertanyaan mengenai hadis tersebut. Karena itu, ulama menjelaskan maksud hadis itu dan mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan maksudnya.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan, al-Hulaimi berkata, “Setan yang dimaksudkan dalam hadis ini adalah para pencuri pendengaran ( yang mendengarkan berita dari langit ) di antara mereka dan mereka itu diikat hanya pada malam-malam Ramadhan karena mereka dicegah untuk mendengarkan pada waktu turunnya Al-Quran maka mereka tambah diikat pada Bulan Ramadhan untuk lebih menjaga.”

Dan, mungkin juga maksudnya adalah setan tidak bisa leluasa menggoda kaum Muslimin seperti bulan-bulan lainnya karena sibuk berpuasa yang mengandung pengendalian nafsu syahwat dengan banyak membaca Al-Quran dan berzikir. Sedangkan, yang lainnya ( selain al-Hulaimi ) menjelaskan, yang dimaksud dengan setan-setan di sini adalah sebagian setan saja, yaitu para pembangkang dan pemimpin-pemimpin mereka.

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Tirmizi dan Ibnu Majah. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda, “Jika malam pertama Ramadhan datang, setan-setan dan jin-jin pembangkang dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pintunya pun yang terbuka, pintu-pintu surga di buka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Lalu, ada suara yang menyeru, “Wahai pencari kebaikan ! Sambutlah, wahai pencari kejelekan ! berhentilah”.  Allah memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari neraka. Dan, demikian itu pada setiap malam.” ( HR Tirmizi dan Ibnu Majah ).

Begitu juga riwayat dari al-Nasa’i. Dari Abu Hu rairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Telah datang kepada kalian Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, Allah Azza Wajalla mewajibkan atas kalian berpuasa pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan pemimpin-pemimpin setan dibelenggu. Pada bulan itu Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah terhalang dari segala kebaikan.” ( HR Al-Nasa’i ).

Iyadh menjelaskan, ungkapan dibelenggu itu bisa menunjukkan makna dibelenggu yang sebenarnya dan itu merupakan pertanda bagi para malaikat akan masuknya Bulan Ramadhan dan mengagungkan kehormatan bulan suci itu serta untuk mencegah para setan dari menyakiti dan orang beriman. Bisa juga sebagai simbol banyaknya pahala dan ampunan pada Bulan Ramadhan dan bahwa setan-setan itu sedikit godaannya sehingga mereka seperti orang yang dibelenggu. Dengan kata lain, mereka dilemahkan untuk bisa menggoda orang-orang beriman.

Sedangkan, al-Qurthubi menjelaskan, setan-setan itu dibelenggu dari kaum Muslimin yang berpuasa dengan sungguh-sungguh memperhatikan syarat-syaratnya dan menjaga adab berpuasanya, seperti menjaga lisan, pandangan, dan semua anggota tubuhnya dari perbuatan maksiat. Atau, yang dibelenggu itu adalah sebagian setan saja, yaitu para pemimpin dan pembesar mereka, bukan keseluruhannya.

Atau maksudnya adalah sedikitnya terjadi kejahatan dan maksiat pada Bulan Ramadhan dan itu bisa kita perhatikan dibandingkan dengan bulan lainnya. Dan, tidak mesti dengan dibelenggunya semua setan itu tidak akan terjadi kejahatan dan maksiat karena penyebabnya tidak hanya godaan setan, tapi juga jiwa yang kotor, kebiasaan buruk, dan setan dari kalangan manusia itu sendiri. Sebenarnya tidak ada pertetangan antara hadis sahih dan realita ketika kita bisa memahaminya dengan benar.

Yang perlu dicamkan adalah fasilitas pertolongan dan perlindungan Allah dalam ibadah tidak berlaku umum, hanya bagi mereka yang sung guh-sungguh beriman dan bertakwalah yang mendapatkannya. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 7 Agustus 2012/18 Ramadhan 1433 H

Judul asli : Hadis Setan Dibelenggu

Ilustrasi : www.blessedislam.com

  ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s