Waktu Imsak Boleh Sahur


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz,  sebenarnya apa itu waktu imsak? Apakah ada aturan khusus yang berkaitan dengan imsak dalam berpuasa Ramadhan? Dan, apakah memang kita harus berhenti untuk makan dan minum ketika sudah masuk waktu imsak seperti yang tertulis dalam selebaran-selebaran imsakiah Ramadhan?

Fardana Fillah — Makassar

Jawaban :

Kata imsak adalah kandungan makna dari kata “saum”, secara etimologis yang berarti menahan dari sesuatu, berupa makanan, perkataan, atau berjalan. Sementara, secara terminologi berarti menahan diri dari segala yang membatalkan, berupa makanan, minuman, dan senggama dengan disertai niat sejak dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

Allah SWT telah menetapkan waktu berpuasa bagi umat Islam adalah mulai dari terbitnya fajar yang menandai masuknya waktu shalat Subuh hingga terbenamnya matahari. Allah SWT berfirman, “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai ( datang ) malam.” ( QS al-Baqarah [2] : 187 ).

Hal itu kemudian dijelaskan lagi oleh Rasulullah SAW, seorang yang berpuasa dibolehkan makan dan minum sampai azan Subuh dikumandangkan. Pada masa Rasulullah, dilakukan dua kali azan Subuh yang dikumandangkan oleh Bilal dan Ibnu Ummi Maktum. Azan pertama oleh Bilal bertujuan untuk membangunkan yang masih tidur agar bersahur. Sedangkan, azan kedua yang dikumandangkan Ibnu Ummi Maktum sebagai pertanda masuknya waktu shalat Subuh dan dimulainya waktu berpuasa.

Aisyah ra meriwayatkan bahwa Bilal mengumandangkan azan pada waktu dini hari (sebelum terbit fajar shadiq atau benar yang menandai masuknya waktu Subuh). Rasulullah SAW bersabda, “Makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan karena dia tidak akan mengumandangkan azan hingga terbit fajar ( masuk waktu Subuh ).” ( HR Bukhari dan Muslim, ini lafaz Bukhari ).

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah sekali-kali azan Bilal menghalangi salah seorang di antara kalian dari sahurnya karena sesungguhnya dia mengumandangkan azan atau berseru pada malam hari agar orang-orang yang melakukan qiyamul lail di antara kalian kembali dan membangunkan orang-orang yang masih tidur di antara kalian.’” ( HR Bukhari dan Muslim ).

Waktu imsak dalam budaya Indonesia hanya sebuah bentuk kehati-hatian atau pengingat sebentar lagi akan masuk waktu shalat Subuh. Biasanya, durasi imsak dalam budaya Indonesia adalah 10 sampai 15 menit sebelum masuk waktu Subuh. Secara syar’i, pada waktu itu orang yang akan berpuasa tidak harus berhenti makan sahur karena budaya imsak tidak dikenal pada masa Nabi SAW, para sahabat, maupun tabiin.

Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 28 Juli  2012 / 8 Ramadhan 1433 H

Ilustrasi : urdunews

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Waktu Imsak Boleh Sahur

  1. Pingback: [R2] Shaum Itu Dimulai Dari Imsak? | jejak akangichan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s