Keraguan Atas Saatnya Berbuka


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Saudara saya pernah naik pesawat dari Jakarta ke Kabupaten Kepulauan Riau beberapa jam sebelum Maghrib. Ketika posisi pesawat masih di udara dan mau landing, saudara saya dan para penumpang mendapat info di kota tersebut sudah masuk Maghrib, sementara para penumpang masih melihat matahari belum terbenam. Saudara saya ragu berbuka. Apakah diperbolehkan berbuka ?

Doni Setiawan, Karawang

Jawaban :

Informasi yang disampaikan pihak penerbangan tentu saja tidak sembarangan, tetapi merujuk pada detektor canggih dan akurat yang terpasang di pesawat. Anda tidak perlu ragu untuk berbuka sekalipun masih melihat matahari belum terbenam karena boleh jadi mata Anda melihatnya seperti belum terbenam, padahal alat canggih sudah bisa mendetaksinya bahwa waktu Maghrib telah masuk. Boleh jadi cuaca saat itu sangat cerah sehingga cahaya matahari masih sangat terang, padahal sebenarnya sudah terbenam, sudah masuk waktu Maghrib

Sumber : Konsultasi Puasa, Cahaya Ramadhan , Republika, Sabtu, 28 Juli  2012 / 8 Ramadhan 1433 H

Judul dari admin ( aslinya tanpa judul )

Ilustrasi  : Karachi Corner

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s