Amalan Utama Ramadhan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ramadan decorations, in the old city of Jerusalem, July 17, 2012 to welcome the upcoming Muslim holy fasting month of Ramadan.

Ustadz, bagaimana cara dan amalan apa saja yang biasa dilakukan Rasulullah untuk menghidupkan bulan suci ini agar Ramadhan saya berkualitas dari sebelumnya?

Rojali Amin — Tangerang

Jawaban :

Menjelang Ramadhan tiba, Imam Malik biasa bertanya kepada para sahabatnya tentang cara dan bentuk amalan apa yang mereka lakukan agar ibadah Ramadhan tahun ini menjadi lebih dari sebelumnya, menjawab pertanyaan di atas berikut beberapa amalan utama di bulan puasa. Berpuasalah dengan ilmu dan kualitas terbaik lewat cara merasakan hubungan langsung dan tanpa perantara apalagi penghalang antara kita dan Allah SWT.

Memperoleh ampunan ( maghfirah ) sebagai misi utama shaum, sehingga pelaksanaan ibadah Ramadhan dikerjakan dengan penuh kehusyukan dan kerendahan serta kehinaan diri di hadapan Allah. Selain itu, menargetkan diri untuk meninggalkan maksiat secara total dengan menjadikan ibadah shaum sebagai perisainya.

Amalan selanjutnya, menerapkan disiplin tinggi dalam mendirikan shalat tarawih dan tahajud dengan penuh semangat dan kekhusyukan. Berkomitmenlah untuk mendirikan shalat-shalat dengan berjamaah bersama imam hingga selesai.

Selain itu, kita harus bergaya hidup dermawan, minimal dengan memberikan menu berbuka kepada yang berpuasa dan dengan mengeluarkan zakat, infak, sedekah, wakaf, bahkan jihad harta di jalan Allah.

Dari Zaid bin Khalid al-Juhanni, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang memberikan bukaan kepada orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa, sementara pahala orang yang berpuasa tersebut tidak dikurangi sedikit pun.” ( HR Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Nasa’i ).

Maksimalkanlah tilawah dan tadarus Al-Quran dengan penuh kesungguhan, serta mentadaburi dan mengamalkannya, karena Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Nabi membaca, mengulangi, dan mempelajari Al-Quran pada bulan ini bersama malaikat Jibril seperti yang dijelaskan dalam hadis di atas. Dan para generasi awal Islam selalu menggunakan Ramadhan ini untuk lebih memperbanyak membaca Al-Quran dibanding bulan-bulan lainnya.

Tetap duduk di masjid seusai berjamaah Subuh hingga matahari terbit dan mengerjaan shalat sunah dua rakaat. Lalu, memusatkan segenap dan potensi diri hanya untuk Allah demi menguatkan hubungan diri dengan-Nya dengan cara beriktikaf di masjid, terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Rasakanlah kenikmatan beribadah haji bersama Rasulullah dengan cara berumrah di bulan Ramadhan. Tentu ini bagi yang mampu.

Berjuang melesatkan kualitas diri dan perolehan balasan kebajikan melebihi amal yang dikerjakan selama 1.000 tahun, dengan bekerja sejak malam pertama menjadi yang terpilih di malam qadar. Dan berusahalah menjadi pemenang yang paling banyak melakukan kebajikan dan zikir serta doa dan istigfar di sepertiga akhir malam. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu, 21 Juli  2012 / 1 Ramadhan 1433 H

Ilustrasi : abc NEWS

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Ibadah, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s