Kemunculan Hilal sebagai Tanda Awal Ramadhan


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Ada informasi, awal Ramadhan akan berbeda. Bagaimana kita bisa menentukan sudah waktunya dan berakhir bulan Ramadhan? Bagaimana hukum orang yang melihat hilal sendirian mengenai masuk dan keluarnya Ramadhan?

Agung Slamet, Klaten

Jawaban:

Awal Ramadhan ditandai dengan munculnya hilal bulan Ramadhan ( Lihat QS al-Baqarah [2]: 185 ). Ada dua metode untuk melihat hilal, yaitu hisab dan rukyat. Hisab, artinya melihat hilal dengan pendekatan matematis. Rukyat, artinya melihat hilal dengan mata, baik dengan alat teropong maupun tanpa alat. Perbedaan metode ini bisa menghasilkan kesimpulan berbeda walaupun bisa juga menghasilkan kesimpulan yang sama.

Boleh jadi secara hisab sudah wujudul hilal ( hilal sudah wujud), tetapi belum imkanur rukyat ( belum bisa dilihat dengan mata ). Kalau menggunakan metode hisab, sekalipun hilal itu belum terlihat, kalau secara hisab ( perhitungan matematis ) hilal itu sudah ada maka diyakini sudah masuk Ramadhan.

Kalau menggunakan metode rukyat, awal Ramadhan jatuh pada saat hilal itu benar-benar bisa dilihat ( imkaanur rukyat ). Artinya, walaupun secara hisab sudah diyakini ada hilal, kalau hilal itu belum bisa dilihat maka belum dihitung awal Ramadhan. Inilah penyebab mengapa ada perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan juga perbedaan penentuan Idul Fitri.

Untuk pertanyaan kedua, Ibnu Umar ra berkata, “Orang-orang mencermati kemunculan hilal dan saya bisa melihatnya. Kemudian, saya sampaikan kepada Rasulullah SAW dan beliau memerintahkan orang-orang untuk berpuasa.” ( HR Abu Daud dan Ibnu Hibban ). Merujuk pada hadis ini, para ulama sekaliber Imam Abu Hanifah, Imam Asy-Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa pengakuan melihat hilal oleh individu bisa diterima selama orang tersebut dinilai jujur dan memiliki kapasitas karena tidak semua orang bisa akurat melihat hilal, tetapi dibutuhkan keahlian khusus.

Tentu saja, untuk konteks Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas, dibutuhkan otoritas pemerintah untuk mengaturnya. Kementerian Agama biasanya menugaskan orang-orang tepercaya yang punya keahlian untuk melihat hilal dan orang-orang inilah yang bisa dijadikan saksi tentang kemunculan hilal. Wallahu a’lam ■

Sumber : Konsultasi Puasa, Cahaya Ramadhan , Republika, Jumat, 20 Juli  2012 / 30 Sya’ban 1433 H

Judul dari admin ( aslinya tanpa judul )

Ilustrasi : republika.co.id

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s