Puasa Umat Terdahulu


Oleh : M Quraish Shihab

Saya ingin bertanya sehubungan dengan surat 2 ayat 183 yang artinya : “ … sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.” Pertanyaannya, bagaimana puasa sebelum umat Nabi Muhammad saw mengenai rukun dan syarat-syaratnya, lama waktunya, perkara yang membatalkan, sejak zaman Nabi siapa, dan perbedaannya dengan puasa umat Nabi Muhammad saw ? Sekian dan terima kasih.

Jamaludin Al Jasinga, Bogor

Jawaban :

Pakar-pakar perbandingan agama menyebutkan bahwa orang-orang Mesir kuno pun – sebelum mereka mengenal agama samawi – telah mengenal puasa. Dari mereka praktek puasa beralih kepada orang-orang Yunani dan Romawi. Puasa juga dikenal oleh agama-agama penyembah bintang. Ibnu an-Nadim dalam bukunya al-Fahrasat menyebutkan  bahwa para penyembah bintang berpuasa tiga puluh hari setahun, ada pula puasa sunah mereka sebanyak 16 hari dan juga ada yang 27 hari. Puasa mereka sebagai penghormatan kepada bulan, juga kepada bintang Mars yang mereka percayai sebagai bintang nasib, dan juga kepada matahari.

Dalam agama Budha pun dikenal puasa, sejak terbit sampai terbenam matahari. Penganut agama itu, masih menurut pakar perbandingan agama, melakukan puasa empat hari dalam sebulan, yaitu pada hari-hari pertama, kesembilan, kelima belas, dan kedua puluh. Mereka menamainya uposatha.

Orang Yahudi berpuasa selama empat puluh hari, bahkan mereka mengenal beberapa macam puasa, khususnya untuk mengenang nabi-nabi atau peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah mereka, penganut agama Kristen juga demikian.Walaupun dalam kitab Perjanjian Baru tidak ada isyarat tentang kewajiban puasa. Saya tidak mengetahui rincian cara, rukun, dan syarat masing-masing agama itu ■

Sumber : Dr Quraish Shihab Menjawab, Republika, Kamis, 30 November 2000 / 4 Ramadhan 1421 H

Judul dari Admin

Gambar : 123 greetings

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, M.Quraish Shihab, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Puasa Umat Terdahulu

  1. Ali Hasan says:

    Perbedaan puasa yg dilakukan oleh nabi dan umatnya. Para Nabi melakukan puasa total ( tidak makan dan tidak minum 24jam nonstop), sedangkan umat melakukan puasa normal ( boleh makan/minum sesudah matahari terbenam). Rekor puasa yg dilakukan oleh Nabi:
    Sidharta Gautama (Budha) : 49 hari ( puasa total)
    Isa Almasih (Nasrani) : 40 hari (puasa total)
    Mohammad (Islam) : 30 hari (puasa total).
    Puasa total itu jauh lebih sulit melakukannya dibandingkan puasa normal. Banyak umat yg juga berusaha melakukan puasa total, tapi biasanya hanya bisa melakukannya 3-10 hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s