Membayar Puasa Ramadhan


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya mempunyai utang puasa Ramadhan tahun lalu dan belum sempat melunasinya. Sekarang saya hamil, bagaimana membayar utang puasa tahun lalu?

Hamba Allah

Jawaban :

Puasa pada bulan suci Ramadhan merupakan kewajiban Muslim yang tidak boleh ditinggalkan, kecuali ada alasan atau uzur syar’i yang membuatnya tidak bisa berpuasa. Jika ada seseorang yang masih kuat berpuasa, tapi berhalangan berpuasa, ia wajib membayar puasa yang ia tinggalkan tersebut pada hari-hari lain di luar bulan Ramadhan. Bila ia meninggalkan karena memang sudah tak kuat dengan alasan tua atau sakit dan tak ada harapan sembuh, ia wajib membayar fidyah.

Yaitu, memberi makan seorang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkannya. Ulama bersepakat, wajib membayar puasa yang ditinggalkan dalam bulan Ramadhan sebelum datang Ramadhan berikutnya. Jika seseorang menunda membayar puasa yang ditinggalkan hingga datang lagi Ramadhan selanjutnya maka harus dilihat dulu keadaan dan alasan dia menunda membayar utang puasanya.

Pertama, jika ia menunda membayar puasa yang ia tinggalkan itu karena ada uzur syar’i, seperti sakit berkelanjutan hingga memasuki Ramadhan berikutnya, menyusui atau hamil, ia tidak berdosa karena penundaannya. Dan, ia hanya diwajibkan puasa yang ia tinggalkan itu. Kedua, jika seseorang menunda membayar tanpa uzur syar’i, dia berdosa karena telah menunda tanpa uzur.

Para ulama sepakat, dia harus tetap membayar puasa yang ia tinggalkan itu. Tetapi, para ulama berbeda pendapat tentang apakah ia harus membayar fidyah juga di samping membayar puasa. Jumhur ulama, yaitu Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad berpendapat, di samping membayar puasanya, ia juga wajib membayar fidyah untuk setiap hari yang puasanya ia tinggalkan karena ia telah menunda-nunda melunasi utang puasa.

Sedangkan, Abu Hanifah berpendapat bahwa ia hanya diwajibkan membayar puasa yang ia tinggalkan saja dan tidak wajib membayar fidyah karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa ia juga harus membayar fidyah, yang disebutkan dalam ayat hanyalah membayar puasa. Jika memang ada uzur syar’i seperti yang Anda tanyakan, yaitu karena hamil, kewajiban Anda hanya membayar puasa di luar Ramadhan. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 6 Juli  2012 / 16 Sya’ban 1433 H

Gambar : www.onislam.net

ΩΩΩ

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s