Mandi Besar Menyambut Ramadhan


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Apakah kalau memasuki bulan Ramadhan wajib mandi besar ? Kalau tidak sempat mandi, apakah puasa Ramadhan kita sah ? Mohon penjelasan disertai dalil.

Aci@email

Jawaban :

Tidak ada dalil yang mewajibkan mandi besar saat memasuki bulan Ramadhan. Jadi, puasa Anda sah walaupun tidak sempat mandi besar. Mandi besar diwajibkan apabila terjadi:

1. Hubungan Intim

Apabila suami istri melakukan hubungan intim, mereka wajib mandi saat akan melakukan shalat. Rasulullah saw  bersabda, “Apabila seseorang berhubungan intim, maka wajib mandi, baik keluar sperma ataupun tidak.” ( H.R. Ahmad dan Muslim )

2. Berhenti dari Haid atau Nifas

Wanita yang berhenti dari haid atau nifas, wajib mandi besar ketika akan melakukan shalat. Rasulullah saw  bersabda kepada Fatimah binti Abi Hubaisy, “Tinggalkan shalat selama kamu haid, kemudian mandi dan shalat.” ( H.R. Muttafaq ‘Alaih )

3. Keluar Sperma

Laki-laki yang keluar sperma wajib mandi apabila akan melakukan shalat. Hal ini merujuk pada apa yang disabdakan Nabi saw. “Wajib mandi itu karena keluar air ( sperma ).” (H.R. Muslim)

4. Mimpi Basah

Mimpi basah artinya mimpi berhubungan intim atau mimpi yang menyebabkan terjadinya orgasme pada wanita atau keluarnya sperma pada laki-laki. Apabila hal ini terjadi wajib mandi. Rasulullah saw  pernah bersabda tentang seorang wanita yang bermimpi seperti yang biasa dialami laki-laki bahwa mereka harus mandi. Ummu Salamah bertanya, ”Apakah karena itu harus mandi ?” Rasul menjawab, “Ya, di situlah kesamaan pria dan wanita.” ( H.R. Muslim )

5. Hari Jumat

Mandi pada hari Jumat bagi laki-laki menurut sejumlah ahli fiqih hukumnya wajib. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan Abu Said al-Khudri r.a, Rasulullah saw bersabda, “Mandi pada hari Jumat hukumnya wajib bagi orang yang sudah baligh.” ( H.R. Bukhari dan Muslim )

Namun ada sejumlah ahli fiqih yang berpendapat bahwa mandi pada hari Jumat bagi laki-laki bukanlah wajib tapi sunnah muakkadah ( sunah yang harus diprioritaskan ). Hal ini berdasarkan keterangan Samurah bin Jundab r.a bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, “Siapa yang berwudlu pada hari Jumat, maka baginya kebaikan dan siapa yang mandi maka mandi itu lebih utama.” ( H.R. Al-Khamsah ).

Silakan Anda memilih, apakah mau berkeyakinan wajib ataukah sunah. Dua pendapat tersebut sama-sama memiliki dalil. Namun kalau dicermati dari segi kualitas hadis, sesungguhnya pendapat yang mewajibkan itu dalilnya lebih kuat karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Berdasarkan analisis tersebut bisa disimpulkan bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan mandi besar saat memasuki bulan Ramadhan. Namun kalau Anda melakukannya, tentu tidak dilarang karena Islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan. Syaratnya, jangan dianggap wajib.

Wallahu A’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Majalah Percikan Iman, No. 10 Th. VI, Oktober 2005 / Sya’ban 1426 H                                                                                                                                                                     Gambar :  Figure Ramadhan 2011

ΩΩΩ 

Entri Terakhir :

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Puasa, Ramadhan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s