Menghindari Aliran Sesat


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, sekarang ini semakin banyak muncul paham dan aliran yang menyimpang dari tuntunan Al-Quran dan sunah Nabi Muhammad. Bagaimana caranya agar kita bisa selamat dari aliran sesat ?

Rosidi – Lampung

Jawaban :

Rasulullah telah lama mengingatkan akan banyaknya perselisihan dan fitnah yang dihadapi umat Islam pada akhir zaman ini dan betapa sulitnya seorang Muslim itu bisa berpegang teguh pada agamanya. Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Akan datang suatu masa kepada manusia di mana orang yang sabar dalam menjalankan agamanya seperti orang yang memegang bara api.“ ( HR Tirmizi ).

Tetapi, Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan panduan kepada umat Islam dalam menghadapi fitnah dan cobaan ini sehingga selamat dari berbagai fitnah dan cobaan itu. Di antara panduan itu adalah kembali kepada Al-Quran dan sunah Nabi dengan membaca, memahami, dan mengamalkannya. Tentunya harus berdasarkan pemahaman generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat dan tabiin.

Tidak dibenarkan mencari sumber hukum dalam agama berdasarkan ilham, mimpi, perasaan, atau renungan seseorang betapa pun salehnya dia. Apalagi, kalau dia berani mengatakan menerima wahyu dari Allah. Sebab, wahyu telah terputus dengan wafatnya Rasulullah.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian, jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah ( Al-Quran) dan Rasul ( sunahnya ) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.“ ( QS al-Nisa [4]: 59 ).

Panduan lainnya, jauhi pengultusan dan terlalu fanatik pada seorang agamawan saja betapa pun pintarnya karena akan menghalangi pendapat dan perkataan agamawan lain yang bertentangan dengan pendapatnya. Ikutilah pendapat dan fatwa ulama dengan melihat kedalaman ilmunya yang tidak menyalahi Al-Quran dan sunah, sifat dan akhlaknya sesuai dengan kedalaman ilmunya, serta tak mengejar harta dan kesenangan duniawi dengan ilmunya itu.

Hukum asal dalam ibadah adalah mencontoh, yaitu mengikuti apa yang diajarkan dan diperintahkan Rasulullah. Prinsip ini akan menyelamatkan seseorang dari aliran sesat. Kita juga harus selalu belajar dan mencari tahu apa saja paham dan aliran yang menyimpang dari Islam sehingga kita bisa menghindarinya. Yang terakhir, selalu berdoa kepada Allah agar selalu ditunjukkan ke jalan lurus dan diselamatkan dari jalan orang-orang yang sesat.

Allah menegaskan, “Dan, bahwa ( yang Kami perintahkan ini ) adalah jalan-Ku yang lurus, ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan ( yang lain ) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” ( QS al-An’am [6]: 153 ). Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Kamis, 5 Juli  2012 / 15 Sya’ban 1433 H

Gambar : Voa-Islam

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Bachtiar Nasir and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s