Saksi Saat Talak


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, bagaimanakah hukumnya seorang suami yang mengucapkan kata talak atau cerai kepada istrinya, tapi tidak ada orang menjadi saksinya, terkadang hanya antara suami dan istri yang sebagian besar terjadi ketika bertengkar ?

Rosyidah Mj – Sulsel

Jawaban :

Syarat adanya saksi dalam perceraian menjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Sebagian kecil ulama Salaf berpendapat, saksi merupakan syarat sahnya talak. Jika talak itu tidak disaksikan dua orang saksi yang adil, talaknya tidak berlaku. Ini pendapat Ibnu Hazm dan ‘Atha. Pendapat tersebut banyak diterima ulama-ulama zaman modern ini, seperti Ahmad Muhammad Syakir, Syekh Abu Zahrah, Syekh Albani, dan Jadulhaq Ali Jadulhaq ( syekh al-Azhar ) demi untuk menjaga keutuhan keluarga.

Mereka berlandaskan dalil Al-Quran yang memerintahkan mempersaksikan perceraian dan rujuk, serta perintah itu hukum asalnya wajib kecuali ada dalil lain yang mengalihkannya dari sifat wajib itu. “Apabila mereka mendekati akhir idahnya, rujukilah atau lepaskanlah dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. ( QS al-Thalaq [65]: 2 ).

Imran bin Hushain ditanya tentang seorang lelaki yang menalak istrinya, kemudian ia menggaulinya ( merujuknya ) dalam keadaan tidak mempersaksikan talak dan rujuknya. Imran berkata, “Kamu telah menalak tanpa mengikuti sunah dan rujuk tidak menurut sunah. Persaksikanlah talakmu dan rujukmu (sekarang) dan janganlah kamu ulangi hal itu!“ ( HR Abu Dawud dan Ibnu Majah ). Tetapi, sebagian besar ulama berpendapat, talak atau cerai itu tidak memerlukan saksi.

Jika seorang suami menyatakan kepada istrinya, “Kamu saya ceraikan!“, jatuhlah talaknya tanpa perlu ada saksi atau keputusan pengadilan. Bahkan, al-Syaukani dalam kitabnya Nayl al-Authar menjelaskan, para ulama telah bersepakat dalam masalah tidak wajib adanya saksi dalam perceraian.

Apabila kata talak atau cerai itu untuk yang pertama kali, berarti itu talak satu yang memungkinkan untuk rujuk kembali selama masih dalam masa idah, yaitu tiga kali masa haid, menurut pendapat yang kuat.

Begitu juga kalau itu untuk yang kedua kali. Tetapi, ketika terjadi talak tiga yang dinamakan dengan talak ba’in bainunah kubra ( talak yang tidak bisa rujuk lagi ) maka tertutup baginya jalan untuk rujuk kembali dengan istrinya, kecuali istrinya menikah lagi dengan orang lain dan terjadi hubungan suami istri dalam pernikahan tersebut.

Jumhur ulama berpendapat, perintah dalam ayat di atas adalah menunjukkan sunah bukan wajib dengan dasar bahwa banyak masalah talak yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad, tetapi tidak pernah beliau menanyakan apakah ada saksi dalam perceraian itu. Dari Abdullah bin Umar bahwasanya ia menalak istrinya pada waktu haid pada zaman Rasulullah. Umar bertanya pada Rasulullah tentang hal itu. Rasul bersabda, “Perintahkan kepadanya agar merujuk istrinya, kemudian biarkan bersamanya hingga suci, kemudian haid lagi, kemudian suci. Lantas, setelah itu terserah kepadanya, ia mempertahankannya jika mau dan ia bisa menalaknya jika mau sebelum berhubungan suami istri dengannya. Itulah idah yang Allah perintahkan agar para istri ditalak pada waktu mereka dapat langsung menghadapinya.“ ( HR Bukhari dan Muslim, ini lafaz Bukhari ).

Hal itu sama dengan ayat dalam surah al-Baqarah ayat 282, “Dan, persaksikanlah apabila kamu berjual beli,“ sebagaimana tidak ada kewajiban dalam menghadirkan saksi dalam melakukan jual beli, hanya bersifat sunah untuk menghindari perselisihan pada kemudian hari. Begitu juga dengan ayat yang memerintahkan untuk mempersaksikan talak di atas. Namun, untuk keluar dari perbedaan pendapat para ulama itu dan untuk lebih selamatnya, sebaiknya pengucapan lafaz talak itu hendaknya disaksikan dua orang saksi.

Tujuannya agar tidak terjadi perselisihan pendapat antara suami dan istri atau antara keluarga masing-masing jika salah seorangnya meninggal mengenai jatuhnya talak atau tidak karena menyangkut masalah dan hukum apakah mereka masih sebagai suami istri sehingga saling mewarisi atau sudah putus hubungan pernikahan mereka sehingga mereka tidak lagi saling mewarisi.

Dalam masalah ini, jika sang istri berkeyakinan suaminya telah menjatuhkan talak kepadanya dan tidak pernah rujuk dengannya sampai habis masa idahnya atau suaminya telah menjatuhkan talak tiga kepadanya meskipun suami mengingkari dan mengatakan tidak menalak istrinya atau masih talak kedua, menurut jumhur ulama, berdasarkan keyakinan istri ini, ia telah haram bagi suaminya.

Karena itu, ia harus menjauhkan diri dari suaminya itu dan tidak boleh membiarkan atau memberi kesempatan kepada suaminya berhubungan dengannya dan ia harus berusaha berpisah dengan suaminya tersebut meskipun harus dengan khulu’ ( memberikan imbalan agar diceraikan oleh suami ). Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 3 Juli  2012 / 13 Sya’ban 1433 H

Gambar : suaramedia

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Keluarga, Pernikahan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Saksi Saat Talak

  1. syaiful says:

    saya berkeyakinan saya telah menalak istri saya dgn talak 2.dan yg ke 2 itu saya bicara langsung dihadapan orangtuanya dgn maksud baik2,karena waktu saya menikahinya saya minta ke orangtuanya dan saya mengembalikannya juga didepan ortunya.tapi istri saya katanya saya sdh talak 3.dan saya berkeyakinan penuh bahwa saya baru mengucap talak 2x.apakah saya bisa ruju lagi ? karena kita masih menyayangi dan kami dikaruniai 2 org anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s