Ahli Waris Hilang


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, anak laki-laki saya wafat meninggalkan saya ( sebagai ibu ), saudara perempuan kandung ( anak perempuan saya ), dan saudara laki-laki seayah (anak laki-laki saya dari almarhum suami pertama saya ). Suami saya yang kedua telah wafat juga. Masalahnya, anak perempuan saya ( yaitu saudara perempuan kandung si mayit ) hilang sebelum wafatnya anak laki-laki saya.

Almarhum belum menikah, tapi ia sudah mapan dan meninggalkan harta yang lumayan besar. Sampai saat ini, belum ada kabar keberadaan anak perempuan saya yang hilang. Bagaimana cara menyelesaikan kasus kewarisan anak saya secara Islam?

Mawati — Jakarta Selatan

Jawaban :

Merujuk pada kasus di atas, almarhum meninggalkan ahli waris, yaitu ibu, saudara perempuan kandung yang hilang, dan saudara laki-laki seayah. Ada tiga tahap dalam menyelesaikan kasus hak waris dari ahli waris yang hilang. Pertama, menentukan bagian setiap ahli waris dengan asumsi bahwa ahli waris yang hilang dianggap hidup.

Kedua, menentukan bagian setiap ahli waris dengan asumsi ahli waris yang hilang dianggap wafat. Dan ketiga, membuat perbandingan dari dua masalah di atas, kemudian menentukan bagian terkecil untuk setiap ahli warisnya. Adapun sisanya, ditangguhkan sampai ada kejelasan ahli waris yang hilang.

 

 

 

Pada tahapan ini, ibu mendapatkan 1/6 karena terdapat dua saudara. Saudara perempuan kandung dianggap masih hidup mendapatkan 1/2. Adapun saudara laki-laki mendapatkan sisa.

 

 

 

Tahap kedua, ibu mendapat 1/3 karena dalam tahap ini saudara perempuan dianggap wafat, dan sisanya untuk saudara laki-laki seayah.

 

 

 

 

Untuk sementara, ahli waris yang ada mendapatkan bagian terkecil sampai jelas keberadaan ahli waris yang hilang. Maka, ibu mendapatkan 1/6, saudara kandung perempuan ( yang hilang ) bagiannya ditangguhkan, dan saudara laki-laki seayah dapat 2/6. Sisanya ( 3/6 ), ditangguhkan sampai jelas keberadaan yang hilang.

Apabila yang hilang datang kembali — sebelum habisnya masa penantian — maka saham yang ditangguhkan ( 3/6 ) diberikan kepadanya. Tapi, apabila yang hilang tidak kunjung datang juga, saham yang ditangguhkan — sebesar 3/6 — diberikan kepada ahli waris yang ada sesuai bagian masing-masing, saham ibu ditambah sebesar 1/6 dan saham saudara laki-laki seayah ditambah 2/6.  Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa, 26 Juni  2012 / 6 Sya’ban 1433 H

Gambar : artikelmuslimah.wordpress.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s