Duduk di Atas Kursi Saat Sujud


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Tampak seorang ibu shalat di atas kursi dengan khusuk

Ustadz, bagaimana hukumnya orang yang ketika shalat fardhu melakukan sujudnya dari atas kursi sehingga ia tidak sujud ke lantai dan tidak melakukan duduk di antara dua sujud dengan duduk iftirasy di lantai, padahal dia sebenarnya mampu untuk sujud dan duduk di lantai?

Hamba Allah

Jawaban :

Syariat dan ibadah yang diperintahkan dalam Islam semuanya berdasarkan kemampuan hamba dalam melaksanakannya sehingga tidak ada perintah dan larangan dalam ajaran Islam yang tidak bisa dilaksanakan oleh seorang Muslim. “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tak menghendaki kesukaran bagimu.“ ( QS al-Baqarah [2] : 185 ).

Pada ayat lain, Allah SWT menyatakan, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.“ ( QS al-Baqarah [2] : 286 ). Karena itu, umat Islam dituntut untuk melaksanakan segala perintah Allah sesuai kemampuannya. Dalam hal ini, jika seseorang sakit ia tetap wajib melaksanakan shalat pada waktunya menurut kemampuannya.

Sebab, shalat merupakan fardhu ‘ain bagi setiap Muslim yang tidak boleh ditinggalkannya sama sekali. Hal ini ditegaskan Allah, “Maka, bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah, taatlah, dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu.” ( QS al-Taghabun [64] : 16 ) . Rasulullah pun menegaskan hal ini.

Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah bersabda, “Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian. Sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan dan penyelisihan mereka kepada para nabi mereka. Bila aku melarang sesuatu kepada kalian, tinggalkanlah. Bila aku memerintahkan sesuatu, kerjakanlah semampu kalian.“ ( HR Bukhari dan Muslim ).

Bagi orang sakit, selama dia masih mampu berdiri dan tidak khawatir sakitnya bertambah parah diwajibkan atasnya untuk shalat berdiri karena berdiri dalam shalat wajib adalah salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan selama masih mampu. Apabila ia mampu berdiri, tetapi tidak mampu rukuk atau sujud, kewajiban berdirinya tetap tidak gugur.

Ia harus shalat berdiri dan bila hendak rukuk maka menunduk untuk rukuk dan jika tidak mampu membungkukkan punggungnya sama sekali cukup dengan menundukkan lehernya. Kemudian duduk, lalu menunduk untuk sujud dalam keadaan duduk dengan mendekatkan wajahnya ke tanah sedapat mungkin.

Jika ia tidak mampu berdiri, ia melaksanakan shalatnya dengan duduk dan apabila duduk juga tidak mampu ia harus melaksanakannya dengan berbaring. Jadi, selama masih mampu melakukan rukun-rukun shalat itu harus dilaksanakan sesuai dengan sabda Rasulullah.

Para ulama bersepakat, shalat itu mempunyai rukun yang jika tidak dilaksanakan padahal mampu maka shalat kita menjadi tidak sah, seperti berdiri, rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan lain-lainnya. Dan, ulama juga sepakat, pelaksanaan semua rukun itu bergantung pada kemampuan orang yang shalat, di mana jika ia tidak mampu maka itu dimaafkan.

Karena itu, bagi orang yang mampu sujud dan duduk di antara dua sujud, dia harus melaksanakannya dan tidak melakukannya di atas kursi. Jika ia melakukannya di atas kursi, shalatnya menjadi tidak sah karena meninggalkan beberapa rukun shalat yang ia mampu melakukannya, yaitu sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk tasyahud.

Seharusnya orang yang sakit seperti itu tidak memakai kursi, tetapi memulai shalatnya dengan berdiri dan ketika hendak sujud ia turun dan melakukan sujud dan duduk di antara dua sujud sebagaimana mestinya dan melanjutkan shalatnya dengan duduk karena ia tidak mampu lagi berdiri sehingga dimaafkan. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 25 Juni  2012 / 5 Sya’ban 1433 H

Gambar : Ifan F. Harijanto

 

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Shalat and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Duduk di Atas Kursi Saat Sujud

  1. Asslamu’alaikum.. saya mau tanya.. tentang tata cara shalat yang semampunya kita, saya masih mampu berdiri tapi gak bisa duduk tasyahud, karena kaki saya pas di jempol kakinya yang cidera.. sudah 2 minggu saya tidak shalat, karena kaki itu. saya mau sholat duduk tapi kaki saya gak bisa bersipuh dengan baik. mau shalat diatas kursi rayanya gak pas kalau tidak sujud diatas sajadah. akhirnya saya sholat subuh aja, karena cuma 2 rakaat, dan duduknya tidak sesuai dengan rukun shalat,, walau sebenarnya hati saya gak yakin solat itu sudah benar. bantu saya ustad,,, gimana saya sebaiknya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s