Hukum Menggunakan Alkohol


Oleh : KH Ali Yafie

Dalam Al-Quran, ada ayat yang menerangkan tentang konsumsi minuman khamr. Yang ignin saya tanyakan :

  1. Bagaimana dengan makanan yang dipermentasikan sedangkan hasil permentasi tersebut mengandung alkohol ?
  2. Dalam dunia kedokteran, alkohol juga dipergunakan untuk peralatan medis dan desinfektan. Bagaimana hukumnya menurut Islam ?

Semoga Pak Kyai dapat memberikan jawaban yang saya butuhkan.

Izatun Fauziah – Malang

Jawaban :

1.   Soal khamr memang secara jelas diharamkan sebagaimana disinggung dalam firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya ( meminum ) khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah  perbuatan keji termasuk perbuatan setan…” ( QS Al-Maidah : 90 )

Khamr berbeda dengan alkohol. Keduanya tidak bisa disamakan. Karena itu, sesuatu yang dipermentasikan sehingga mengandung alkohol di dalamnya tidak lantas dikategorikan sebagai khamr. Selagi hasil permentasi tersebut belum menjadi khamr, makanan tersebut tetap boleh dimakan ( tape misalnya ). Sebab sesuatu yang mengandung alkohol belum tentu termasuk dalam kategori khamr.

Suatu benda dikategorikan sebagai khamr ini bukan tergantung adanya alkohol atau tidak, melainkan tergantung adanya sebab ( ‘illah ) memabukkan atau tidak bila dikonsumsi. Memabukkan itulah ‘illah diharamkannya khamr. Bila memabukkan, maka hukumnya adalah haram.

Memang, Nabi pernah bicara soal sedikit banyaknya yang memabukkan adalah haram. Ini dipandang sebagai peringatan agar menjauhkan sesuatu yang mengandung unsur memabukkan. Sedikit pun jangan karena seseorang yang sudah mencoba meskipun sedikit tidak menutup kemungkinan akan mencoba lebih banyak.

2.  Alkohol yang digunakan untuk keperluan medis tidak masalah    asalkan proporsional dan dilakukan oleh ahlinya. Sebagian besar ulama tidak memasukkan alkohol sebagai barang najis karena bukan khamr. Jadi boleh saja untuk keperluan medis, begitu pula parfum yang mengandung campuran alkohol ■

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Tahun 11 , Edisi 129, Mei 2012 / Jumadil Akhir – Rajab 1433 H

Gambar : Health is Wealth

ΩΩΩ

Perlu dibaca juga : 

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Yafie, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s