Mengambil Selisih Harga Tiket


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, saya seorang pegawai suatu perusahaan dan karena pekerjaan saya menuntut untuk banyak mengadakan perjalanan ke luar kota maka saya sering melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat.

Sebagai fasilitas, perusahaan memberikan tiket pesawat kelas bisnis untuk saya, bahkan terkadang kelas VIP. Yang ingin saya tanyakan, bolehkah saya mengganti tiket kelas bisnis atau VIP tersebut dengan kelas ekonomi dan mengambil uang dari perbedaan harga itu?

Yusufi – Jember

Jawaban :

Sebagai Muslim, tentu kita sangat mendambakan mendapatkan rezeki yang penuh berkah dari Allah SWT dan sebaliknya, tidak ingin rezeki yang kita gunakan untuk menafkahi diri dan keluarga kita berasal dari hal-hal yang diharamkan Allah SWT. Untuk mencapai itu, Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk selalu berusaha memakan dan mengambil manfaat dari rezeki yang halal lagi baik yang Allah karuniakan kepada kita.

Allah SWT berfirman, “Dan, janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan ( janganlah ) kamu membawa ( urusan ) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan ( jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” ( QS al-Baqarah [2] : 188 ).

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”       ( QS al-Baqarah [2] : 172 ).

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita akan kehalalan rezeki yang akan kita konsumsi dan akan menjadi darah dan daging bagi tubuh kita. Dalam suatu hadis diriwayatkan, Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah SWT itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan, sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya, ‘Wahai para rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal salehlah.” ( QS al-Mukminun [23] : 51 ).

Kemudian beliau menyebutkan, ada seseorang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata, “Yaa Rabbku, Ya Rabbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka ( jika begitu keadaannya ) bagaimana doanya akan dikabulkan?” ( HR Muslim ).

Adapun mengenai permasalahan yang saudara tanyakan maka itu bergantung pada tujuan dari perusahaan itu memberikan tiket kelas bisnis tersebut kepada Anda. Jika perusahan mempunyai tujuan dan kepentingan tertentu yang ingin dicapai dalam memberikan tiket berkelas itu, seperti soal ketepatan waktu dan tidak adanya gangguan, meningkatkan prestise sehingga dengan fasilitas yang diberikan kepada pegawainya perusahaan dibilang bonafid.

Maka, dalam hal ini Anda tidak boleh menukarkan tiket kelas bisnis itu dengan tiket yang lebih murah karena itu berarti tujuan dari perusahaan Anda itu tidak dilaksanakan. Hal ini biasanya dapat diketahui melalui aturan perusahan atau kebiasaan yang berlaku dalam perusahaan tersebut.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu memenuhi segala kesepakatan yang mereka lakukan. Diriwayatkan dari Katsir bin Abdullah al-Muzanni, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Kaum Muslimin wajib menepati janji (kesepakatan) yang mereka perbuat, kecuali kesepakatan yang mengharamkan suatu yang halal atau menghalalkan yang haram.” ( HR al-Baihaqi dan al-Daruquthni ).

Tetapi, jika pemberian tiket berkelas itu hanya sekadar servis atau penghormatan perusahaan terhadap pegawainya maka boleh menukarkan tiket tersebut dengan yang lebih murah dan mengambil uang dari perbedaan harga tersebut. Karena, dalam hal ini perusahaan telah memberikan tiket itu kepada pegawainya sehingga ia berhak menggunakannya sesuai dengan keinginannya selama tidak bertentangan dengan ketentuan perusahaan yang memberi.

Tentu hal ini berbeda dengan kondisi jika pegawai disuruh untuk membuat rancangan pembiayaan terlebih dahulu. Dengan begitu, ia harus tetap melaksanakan sesuai dengan apa yang diajukannya, kecuali ada halangan syar’i. Tapi, itu pun harus dilaporkan.

Haram hukumnya dalam perencanaan membuat semua harga dan fasilitas dalam harga yang tinggi, tetapi dalam pelaksanaannya menggunakan yang lebih rendah agar mendapat pemasukan dari selisih harga tersebut.

Begitu juga dalam melaporkan kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan harus sesuai dengan yang berlaku. Jangan sampai dalam laporan menggunakan pesawat kelas bisnis, padahal di lapangannya hanya memakai kelas ekonomi.  Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Sabtu , 16 Juni 2012 / 26  Rajab 1433 H

Judul asli : Mengambil Selisih Tiket

Gambar : Anne Ahira

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s