Masalah ‘Aul dalam Waris


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, belum lama ini istri saya wafat, kami belum dikaruniai keturunan dan orang tua almarhumah istri saya juga sudah wafat. Dia masih mempunyai satu orang adik perempuan kandung yang masih duduk di bangku sekolah. Sekarang, ia ( adik ipar saya ) diurus oleh neneknya (ibunya ibu istri saya). Bagaimana cara penyelesaian masalah waris keluarga saya?

Widawati HN — Jakarta Timur

Jawaban :

Langkah pertama, Anda audit harta peninggalan istri, kemudian keluarkan hak-hak yang berkaitan dengan harta tersebut. Misalnya, biaya pengurusan jenazah, utang-utang, atau wasiat ( jika ada ). Lalu, selesaikan hak bersama di antara suami istri sesuai dengan peran dan kontribusi masing-masing.

Dalam kasus di atas, almarhumah meninggalkan ahli waris, yaitu suami ( Anda ), saudara perempuan kandung ( adik ipar Anda ), dan nenek. Suami mendapatkan ½ karena pewaris  ( almarhumah ) tidak memiliki keturunan.

Saudara perempuan kandung mendapatkan ½ karena dalam masalah kalalah di mana pewaris tidak meninggalkan ayah dan anak.

Adapun nenek mendapatkan 1/6. Dalilnya hadis dari Qabishah bin Dzu’aib. Seorang nenek mendatangi Abu Bakar, menanyakan tentang hak warisnya. Lalu, Abu Bakar menjawabnya, “Kamu tidak mempunyai hak sedikit pun dari kitab Allah dan aku tidak mengetahui sedikit pun bagianmu dari harta waris di dalam sunah Nabi. Oleh karena itu, kembalilah sampai aku menanyakan hal ini kepada seseorang.“

Lalu, Abu Bakar bertanya kepada al-Mughirah bin Syu’bah yang kemudian dijawab olehnya, “Aku pernah mengetahui Rasulullah memberikan warisan kepada seorang nenek sebanyak seperenam bagian.“ Abu Bakar bertanya lagi kepada al-Mughirah, “Apakah ada orang lain yang bersamamu ketika itu?“ Kemudian, Muhamad bin Maslamah al-Anshari berdiri seraya berkomentar seperti yang diucapkan Mughirah.

Setelah itu, Abu Bakar memberikan warisan seperenam kepada nenek. Kemudian, datanglah nenek-nenek yang lain kepada Umar menanyakan perihal warisannya. Umar menjawab, “Kamu tidak mempunyai sedikit pun di dalam kitab Allah dan tidak ada ketentuan yang dapat dipergunakan untuk menetapkanya, melainkan untuk selain kamu. Akan tetapi, hanya bersama-sama, seperenam itulah bagian kalian berdua dan siapa saja di antara kamu berdua dalam mewarisi maka bagian seperenam itu juga untuknya.“ ( HR al-Khamsah, kecuali an-Nasa’i. Hadis ini disahihkan oleh at-Tirmidzi ).

Jika kita melihat kasus di atas, kita akan bertanya, andai kita berikan ½ untuk suami dan ½ untuk saudara perempuan kandung, habislah semua saham sedangkan bagian 1/6 untuk nenek dari mana kita dapatkan? Jawabnya, kita harus menghitung dahulu seluruh jumlah saham. Dalam masalah ini, jumlah saham lebih besar daripada pokok masalah.

Pokok masalah : 6*              Jumlah saham : 7**

Masalah ini termasuk masalah ‘aul di mana jumlah saham lebih besar daripada pokok masalah. Untuk menyelesaikannya, dengan cara menjadikan jumlah saham yang ada sebagai pokok masalah yang baru.

Setiap ahli waris mengalami pengurangan. Suami dari 3/6 menjadi 3/7, saudara perempuan kandung dari 3/6 menjadi 3/7, dan nenek dari 1/6 menjadi 1/7.

Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa , 19 Juni 2012 / 29  Rajab 1433 H

Gambar : republika

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Waris and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s