Hukum Menolak Syariah bagi Seorang Muslim


Oleh : Ust. Budi Hata’at

Ustadz, apa hukumnya bila seorang Muslim menolak syari’ah Islam?

Jawaban :

Muslim artinya orang yang tunduk patuh pada ajaran Islam secara total. Tidak boleh seorang Muslim memilah-milah ajaran Islam dan hanya melaksanakan apa-apa yang dianggap menguntungkan atau selaras dengan pikiran dan perasaannya semata.

Sesungguhnya, sangatlah banyak dalil al-Qur’an maupun dari al-hadits berkaitan dengan masalah wajibnya seorang Muslim melaksanakan syari’ah Islam, tanpa ragu dan bimbang. Diantaranya firman Allah SWT : “Maka demi Rabb-mu, mereka ( pada hakikatnya ) tidaklah beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. ( QS. An-Nisaa’: 65 ). Ayat ini secara umum menyatakan bahwa tidak dikatakan seseorang itu beriman sehingga mereka menerima sepenuhnya hukum yang dibawa Rasulullah SAW (Islam) dalam setiap urusan mereka.

Tidak sepatutnya seorang yang mengaku Muslim mengabaikan Islam ( syari’ah Islam ) dalam kehidupannya, apalagi menolaknya. Adapun hukum menolak syari’ah ini bisa dilihat dari sebabnya.

Pertama, bila penolakan itu karena ia berkeyakinan boleh ( tidak apa-apa ) seseorang berhukum dengan hukum selain syari’ah bahkan memandang hukum buatan manusia lebih utama atau setara dengan hukum Allah, maka para ulama sepakat orang seperti ini kafir.

Kedua, orang yang menolak syari’ah karena adanya kepentingan dunia ( keuntungan, hawa nafsu, dll ) namun ia meyakini bahwa perbuatan itu dosa besar dan pelanggaran berat, maka orang ini telah kemungkaran dan maksiat yang besar dan kekufuran kecil. Demikian pendapat Ibn Abbas, Mujahid dan ulama lainnya. ( Fatawa Syaikh Ibn Baz, Majmu’ fatawa wa maqalat mutanawwiyah,  hal. 355 )

Namun, penolakan yang dilakukan seorang Muslim atas syari’ah Islam, kemungkinan besar disebabkan oleh kebodohan mereka terhadap Islam dan syari’ahnya, karena itu mereka lebih tepat disebut sebagai orang yang jahil. Tugas para ulama dan da’i Islam-lah untuk terus menerus menjelaskan Islam secara utuh, jelas dan benar kepada kaum Muslimin. Wallahu a’lam bish-shawab

Sumber : Fiqih Sunnah, Galamedia, Jumat, 19 Mei 2006 / 21 Rabiul Awal 1427 H

Gambar : Sharia 4 Indonesia

  • Ustadz Budi Hata’at, Lc , Alumnus fakultas syariah LIPIA, Jakarta. Aktif dalam kegiatan taklim dan dakwah.

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aqidah, Budi Hata'at, Fiqih, Syariah and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Hukum Menolak Syariah bagi Seorang Muslim

  1. Ali Hasan says:

    Kalau begitu, menurut logika Pak Ustadz diatas, negara Indonesia lebih baik menjadi negara Islam yg menegakkan sya’riah Islam????????. Islam adl buatan Allah. Pancasila adl buatan manusia. Buatan Allah lebih baik drpd buatan manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s