Pernyataan Cerai Secara Emosional


Oleh : M. Quraish Shihab

Saya sudah berumahtangga selama 15 tahun. Saya pernah bertengkar. Dan karena emosi, saya katakan,”Saya ceraikan kamu sebagai istri saya”. Bagaimana status perkawinan saya ? Apakah pernyataan cerai itu sah, walaupun karena emosi dan tanpa saksi ? Benarkah, setelah berbaikan lagi, harus menunggu 40 hari untuk berhubungan badan dan harus melakukan ijab-qabul lagi ?

Terima kasih atas penjelasan Bapak.

AL — Cirebon

Jawaban :

Berbeda pendapat ulama menyangkut jatuh tidaknya suatu perceraian . Ada yang mempermudah, sehingga menjadi banyak perceraian dan ada juga yang menyulitkan atau memperketat demi mengurangi jatuhnya perceraian.

Ada yang berpendapat jika ucapan cerai telah terlontar dari lidah suami, baik bercanda atau serius, marah atau rela, maka jatuh sudah talak itu. Ada juga yang menyatakan bahwa diperlukan dua orang saksi untuk jatuhnya ucapan talak suami.

Di sisi lain, emosi pun bertingkat-tingkat, ada yang sedemikian besar, sehingga seseorang tidak menyadari ucapan dan tindakannya. Jika ini yang terjadi, maka ucapan talak ketika itu tidak mengakibatkan perceraian, tetapi jika keadaan emosi itu, sang suami masih dapat menguasai diri, dan menyadari apa yang diucapkannya maka tidak berbeda pendapat ulama bahwa ucapan tersebut telah berdampak hukum.

Jika ucapan tadi baru pertama kali, atau kedua kali diucapkan, maka suami masih dapat kembali menjalin hubungan suami istri kapan saja, selama sang istri masih dalam masa iddah. Untuk kembali, suami tidak perlu menunggu 40 hari atau lebih. Sesaat setelah ia mengucapkan talaknya ia dapat kembali, tetapi harus diingat bahwa talak tersebut telah terhitung, sekali dari tiga kali yang diperkenankan untuknya.

Jika perceraian itu telah merupakan talak ketiga , maka suami istri tidak dapat kembali menjalin hubungan suami istri kecuali jika istri itu menikah dan kawin dengan pria lain, lalu pria itu menceraikan , dan sang istri menyelesaikan masa iddah-nya .

Demikian wa Allah a’lam

Sumber : Dr. Quraish Shihab Menjawab, Dialog Jumat, Republika, Jumat, 5 November 1999

Judul : Dari Admin

Gambar : Koran Jakarta

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Fiqih, Keluarga, M.Quraish Shihab, Pernikahan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pernyataan Cerai Secara Emosional

  1. adil says:

    ass wr wb, klo suami telah mengatakan cerai lebih dari 10x apakah itu sdh jatuh talak 3 kpd istri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s