Keturunan Nabi


Oleh : M. Quraish Shihab

Saya berniat menikahi seorang gadis ‘syarifah’ (keturunaan Arab/Nabi). Namun ia bimbang karena kedua orangtuanya tidak setuju. Apakah golongan tersebut ada di Indonesia ? Apakah mereka memang dilarang untuk nikah dengan selain keturunan Arab ? Bukankah tidak ada perbedaan suku bangsa dalam perkawinan ? Bagaimana hukumnya bila gadis itu tidak mengikuti perintah orangtuanya ?

Pemuda M – Bandung

Jawaban :

Dalam pandangan mayoritas ulama, pernikahan tidak sah kecuali bila disetujui oleh wali, dalam hal ini adalah bapak, bila dia ada, atau siapa yang berwewenang sesudah urutannya. Tanpa persetujuannya perkawinan tidak dinilai sah, sekali lagi ini adalah pandangan mayoritas ulama.

Memang dalam mazhab Abu Hanifah, anak wanita dapat menikah tanpa perstujuannya, tetapi wali dapat mengajukan keberatan bila perkawinan itu berlangsung dengan pria yang dinilai tidak sepadan dengannya, dan ketika itu pernikahan tersebut dapat dibatalkan.

Dahulu, kesepadanan – atau kafaa-ah dalam istilah hukum Islam – banyak ditekankan pada faktor keturunan. Tetapi kini pandangan tersebut tidak dominan lagi. Memang Islam tidak mengenal perbedaan ras, dan keturunan, karena itu tidak ada halangan dari segi hukum agama menikahkan seseorang dari satu ras atau keturunan dengan keturunan yang lain, asal disetujui oleh walinya. Semua manusia berasal dari Adam dan Hawa, tidak ada keutamaan orang Arab atas non-Arab  kecuali atas dasar takwa, tidak juga non-Arab atas orang Arab kecuali atas dasar takwa.

Tetapi itu bukan berarti dalam memilih jodoh seorang tidak perlu mempertimbangkan faktor keturunan, karena hingga kini ilmuwan masih mengakui adanya bahkan berperanannya faktor gen ibu bapak serta pengaruhnya —  fisik dan psikis kepada anak-anak yang dilahirkan.

Diakui oleh para ulama dan sejarawan bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW hingga kini masih ada, termasuk di Indonesia. Buya Hamka, Abubakar Aceh dan banyak selain mereka pernah menulis panjang lebar tentang hal ini. Imam Bonjol, tokoh perang Padri dan pahlawan nasional kita adalah salah seorang dari keturunan Nabi Muhammad SAW. Kini pun masih banyak. Hanya saja sebaiknya yang ditonjolkan bukan faktor keturunannya, tetapi nilai-nilai keagamaan, pengetahuan, dan  akhlak luhur yang menghiasai pribadi-pribadi itu. Demikian wa Allah a’lam ■

Sumber : Dr Quraish Shihab Menjawab, Dialog Jumat, Republika,  Jumat, 5 November 1999

Kaligrafi : http://www.islamicity.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Keluarga, M.Quraish Shihab, Pernikahan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Keturunan Nabi

  1. mukmin says:

    seperti yang saya alami saat ini. ada juga kejadian sebuah keluarga yg menyandang nama ini rela anknya d penjara karena ingin menikah dengan orang yg tidak menyandang nama ini.

  2. alkaaff says:

    alhamdulillah ana mendapat sekafaah. alaydrus..

  3. ferngah says:

    Alhamdulillah Allah memberikan saya jodoh seorang syarifah…padahal saya bukan seorang sayyid…sebab lahir jodoh mati semua di tangan Allah SWT…dan semua yang terjadi atas seizinnya….sebab mertua saya yg sayyid berpandangan seperti kutipan dari khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW di lembah uranah arafat tanggal 9 julhijah 10 H

    Wahai manusia, dengarkan aku dengan sungguh-sungguh,
    beribadahlah kepada
    ALLAH, shalatlah lima waktu dalam sehari, puasalah
    dalam bulan Ramadhan, dan
    berikanlah hartamu dalam bentuk zakat. Kerjakan haji
    jika kamu mampu. Semua
    manusia berasal dari Adam dan Hawa, seorang Arab
    tidak memiliki kelebihan
    diatas non-Arab, dan seorang non-Arab tidak memiliki
    kelebihan diatas Arab;
    juga seorang putih tidak memiliki kelebihan diatas
    seorang hitam, tidak juga
    seorang hitam memiliki kelebihan atas orang putih,
    kecuali dalam ketakwaan
    dan ibadahnya. Camkanlah bahwa setiap muslim adalah
    saudara bagi setiap
    muslim dan bahwa umat Islam merupakan suatu
    persaudaraan.
    jadi jelas jika umat Islam adalah saudara…apakah perbedaan ras perlu kita pertentangkan????? sesungguhnya manusia yg mulia disisi Allah adalah manusia yg bertaqwa..

  4. elfan says:

    APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait menjadi universal:

    1. Kedua orang tua para nabi/rasul;.

    2. Saudara kandung para nabi/rasul.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki.

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah bukan termasuk kelompok ahlul bait.

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Kesimpulan dari tulisan di atas, bahwa pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya seperti Saidina Hasan dan Husein maupun yang perempuan bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s