Hubungan dengan Non-Muslim


Oleh : KH Ali Yafie

Saya ibu rumahtangga berusia 37 tahun dan memiliki tetangga non-Muslim. Kami sangat rukun dalam hal bertetangga. Yang ingin saya tanyakan :

  1. Bolehkah kita mengucapkan selamat pada hari besarnya ? Seperti Natal misalnya.
  2. Bolehkah kita menghadiri pernikahan anaknya yang di gelar di gereja ?
  3. Bagaimana hukumnya menghadiri kegiatan yang dilaksanakan di rumah seorang non-Muslim ?

Atas bantuan penjelasan dari Pak Kyai saya ucapkan terima kasih.

Jawaban :

  1. Sebenarnya di ketentuan agama, kita mesti saling menghormati antar sesama manusia. Di dalam al-Quran dikatakan,”Kalau kamu diberi ucapan hormat atau salam dari seseorang, maka balaslah dia dengan yang lebih baik, atau minimal penghormatan yang sama”. Adapun hubungan dengan non-Muslim, juga ada petunjuk dan kita harus tahu batasannya. Umpamanya kalau non-Muslim memberi hormat, kita boleh membalasnya. Tapi kalau sudah menyangkut peringatan Hari Raya keagamaannya, maka kita dilarang mengucapkan selamat. Misalnya selamat Natal dan sebagainya, meskipun kita mengajukan berbagai alasan.
  2. Apabila pernikahannya di gereja, maka kita tidak boleh menghadirinya. Namun jika dilaksanakannya di luar gereja misalnya di rumah atau di hotel, kita boleh saja menghadirinya. Alasannya, orang Islam dilarang memasuki rumah ibadah agama lain selain masjid. Dan harus dicatat, apa yang dilakukan di gereja adalah upacara pernikahan menurut agama mereka. Dengan kata laian, berarti di sana kita mengikuti proses upcara itu, meskipun kita tidak meyakininya.
  3. Kita terlebih dahulu harus melihat jenis kegiatannya. Kalu kegiatan biasa seperti rapat, silaturahmi atau arisan, kita boleh saja menghadirinya. Tapi kalau kegiatannya ada yang menyangkut dengan agama dan keyakinan kita, maka tidak boleh. Menurut saya, semua yang Anda tanyakan berhubungan dengan konsep toleransi, perlu dicatat bahwa makna toleransi bukan berarti kita harus mengikuti agama orang lain, tapi arti toleransi hanya sebatas menghormati dan tidak mengganggu orang lain yang berbeda keyakinan dengan kita ■

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Tahun 11 , Edisi 128, April 2012 / Jumadil Ula – Jumadil Akhir 1433 H

Gambar : majalah.hidayatullah.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Yafie, Aqidah and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Hubungan dengan Non-Muslim

  1. fandi says:

    Assalamualikum wrwb
    saya mempunyai keluarga yang beragama nasrani, bagaimanakah hukumnya jikalau saya datang bersilaturahmi kerumahnya…..
    terimaksih…. wasalamualikum wrwb….

  2. Hamba Allah says:

    Apa sih bedanya dengan islam turunan dengan mencari islam yg sebenarnya…..

  3. Hamba Allah says:

    Melihat dengan kesabaran.
    Direnungkan dalam hati dengan penuh keikhlasan
    Diucapkan oleh lidah dengan penuh kejujuran.
    Apa sih maksud dri kata2 ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s