Ketentuan Berkurban


Oleh : KH Ali Yafie

Ojek Hewan Kurban ( Foto : bisnis-jabar.com )

Setiap hari raya Kurban ( Idul Adha ), umat Islam banyak yang  berkurban hewan, baik itu kambing maupun sapi. Yang ingin saya tanyakan adalah :

  1. Bagaimana sebenarnya ketentuan berkurban yang dianjurkan agama ?
  2. Bagaimana hukumnya berkurban  jika ternyata hewan yang kita kurbankan ada cacat fisik di tubuhnya ?
  3. Bagaimana pula jika kurban tersebut di bagian dalamnya, hati misalnya, ternyata ditemukan cacing yang mengandung penyakit ? Apakah hewan kurban tersebut tetap sah dan yang berkurban tetap mendapatkan pahala atau tidak ?

Eliana, Cirebon

Jawaban :

  1. Memang berkurban itu sangat dianjurkan oleh agama bagi orang yang mempunyai kemampuan. Bila berkurban untuk dirinya sendiri, maka hewan kurbannya berupa 1 ekor kambing. Tetapi untuk seekor sapi atau unta bisa dikurbankan atas nama 7 orang. Waktu penyembelihan kurbannya adalah usai menjalankan shalat Idul Adha hingga terbenamnya matahari pada hari tasyrik yang terakhir.
  2. Hewan yang dikurbankan adalah yang tidak memiliki cacat fisik, tidak sakit dan usianya telah cukup untuk dijadikan kurban. Karena itu, terlarang bagi seseorang memberikan hewan kurbannya dalam kondisi tidak layak. Analoginya, jika kita diberi sesuatu tetapi ada cacat di sana-sini atau ada bahaya di dalamnya, maka apakah hal itu pantas untuk diberikan ? Nah, apalagi berkurban di hari raya Idul Adha ini adalah sebentuk ibadah yang diperintahkan  Allah SWT. Tentu yang pantas adalah menyerahkan hewan kurbannya yang baik dalam arti telah memenuhi syarat untuk dijadikan kurban.
  3. Mengetahui atau tidak pada hewan yang dikurbankan , tetapi kenyataannya setelah dipotong demikian adanya. Artinya daging hewan tersebut ada bagian yang tidak layak dan malah bisa menimbulkan penyakit bila dikonsumsi, maka hewan seperti ini tentu masuk kategori cacat. Persoalan apakah nantinya sah atau tidak , termasuk kurban atau sedekah, mendapat pahala atau tidak, itu hak prerogatif Allah SWT semata ■

Sumber : Konsultasi Fiqih, Majalah Hidayah, Tahun 11 , Edisi 128, April 2012 / Jumadil Ula – Jumadil Akhir 1433 H

Foto : bisnis-jabar.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Ali Yafie, Fiqih, Kurban and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s