Tokoh Islam Ber-mudahanah


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, sekarang ini banyak tokoh dari kalangan umat Islam yang sangat membela orang kafir dan berlemah lembut pada mereka, di lain pihak begitu keras dan tajam dalam memojokkan Islam dan umat Islam. Apakah orang seperti itu masuk dalam kategori tokoh yang ber-mudahanah, Ustadz?

Henriantono M , Bandung

Jawaban :

Allah SWT menegaskan dalam Al-Quran bahwa orang kafir selalu menginginkan umat Islam berlaku lunak dan lemah lembut terhadap mereka. “Maka, mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak ( pula kepadamu ).“ (QS al-Qalam [68]:  9). Makna mudahanah dalam ayat di atas dijelaskan dalam berbagai kitab tafsir.

Ibnu Abbas dan al-Dhahhak mengatakan bahwa maksudnya jika kamu kafir, mereka akan semakin bertambah kafir. Ibnu Abbas dalam pendapat lainnya menjelaskan bahwa maknanya adalah jika kamu melonggarkan prinsip agamamu maka mereka ( kaum kafir ) juga akan melonggarkan prinsip agama mereka.

Sementara itu, menurut al-Fara dan al-Kalbi, jika kamu bersikap lunak maka mereka juga akan bersikap lunak kepada kalian. Hasan al-Basri pun memaparkan penjelasan, jika kamu berpura-pura dalam agamamu terhadap mereka, mereka juga akan berpura-pura kepada kalian dalam agama mereka.

Berdasarkan ayat di atas, para ulama menegaskan, ber-mudahanah dengan orang kafir, yaitu mengorbankan agama dan ajarannya, adalah hal yang dilarang oleh syara. Tetapi, kita harus membedakan antara mudahanah dengan mudaarah. Ibnu Qayyim dalam kitabnya, al-Ruh, menjelaskan perbedaan kedua hal tersebut.

Beliau mengatakan, mudaarah adalah berlemah lembut kepada seseorang agar dia mengungkapkan kebenaran atau mencegahnya dari berbuat kebatilan, sedangkan mudahanah adalah berlemah lembut kepada seseorang untuk membenarkan kebatilan yang dilakukannya dan membiarkannya mengikuti hawa nafsunya.

Ibnu Hajar dalam kitabnya, Fath al-Bari, meriwayatkan dari Ibnu Bathal, ia berkata bahwa al-mudaarah termasuk akhlak Mukmin, yaitu bersikap rendah hati terhadap manusia, lemah lembut dalam perkataan, dan meninggalkan sikap kasar dalam berkata terhadap mereka di mana hal itu merupakan faktor yang kuat untuk menundukkan hati mereka.

Sebagian orang menganggap mudaarah itu sama dengan mudahanah dan itu merupakan suatu kesalahan karena mudaarah itu dianjurkan, sedangkan mudahanah itu diharamkan.
Perbedaannya adalah mudahanah itu dari kata “dihan“ ( minyak )  yang bermaksud menyatakan sesuatu dan menyembunyikan maksudnya.

Ulama menjelaskan, maknanya adalah berinteraksi dengan orang fasik dan memperlihatkan kerelaan terhadap apa yang mereka lakukan tanpa mengingkarinya. Sedangkan, mudaarah berlemah-lembut terhadap orang fasik dalam cara mencegahnya dari kefasikannya dan tidak bersikap kasar terhadapnya.

Sebagai seorang Muslim, seharusnya kita bersikap lembut dan menunjukkan kasih sayang kepada saudara Muslimnya. Apalagi, jika Muslim itu adalah tokoh dalam masyarakat atau ulama yang menjadi tempat umat belajar dan bertanya tentang agama mereka. Allah menjelaskan, di antara sikap orang beriman adalah lembut pada kaum Mukmin dan tegas terhadap orang kafir.

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya.“ (QS al-Fath [48] : 29). Dan, seorang Muslim tak akan menjadikan orang yang mengolok-olok agama sebagai pemimpin atau penolongnya.

Karena itu, umat Islam harus lebih cerdas dalam memilih mana tokoh yang memang merupakan ulama. Yaitu, orang yang paling takut kepada Allah dan bersikap lembut kepada umat Islam, bukan mereka yang mengaku ulama meski berilmu, namun perkataan, perbuatan, dan tulisannya memojokkan umat Islam dan bertentangan dengan Al-Quran dan sunah.
Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Jumat, 25 Mei 2012/4 Rajab 1433 H

Gambar : http://www.fimadani.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Akhlak, Bachtiar Nasir, Dunia Islam and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Tokoh Islam Ber-mudahanah

  1. Heru says:

    Assalamualaikum wr wb…….
    Ustad,
    Apakah hukuman bagi orang yg bermudahanah…….terimakasih…
    Assalamualaikum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s