Bagaimana Hukum Autopsi dalam Islam ?


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Bagaimana hukum autopsi ( bedah mayat ) dalam Islam? Bagaimana pula hukum membongkar kuburan untuk kemudian mayatnya diautopsi. Apalah hal tersebut tidak akan membebani almarhum di alam kubur sana? Saya tunggu penjelasannya, Ustadz.

Jawaban :

Autopsi ( bedah mayat ) adalah pemeriksaan mayat dengan pembedahan. Ada tiga macam autopsi. Pertama, autopsi anatomis, yaitu autopsi yang dilakukan mahasiswa kedokteran untuk mempelajari ilmu anatomi. Kedua, autopsi klinis, yaitu autopsi untuk mengetahui berbagai hal yang terkait dengan penyakit ( misal jenis penyakit ) sebelum mayat meninggal. Ketiga, autopsi forensik, yaitu autopsi yang dilakukan oleh penegak hukum terhadap korban pembunuhan atau kematian yang mencurigakan untuk mengetahui sebab kematian, menentukan identitasnya, dan sebagainya.

Para ulama kontemporer berbeda pendapat mengenai hukum autopsi tersebut. Pendapat mereka terbelah dua. Ada yang membolehkan ketiga autopsi tersebut dengan alasan dapat mewujudkan kemaslahatan di bidang keamanan, keadilan, dan kesehatan. Namun, ada juga yang mengharamkan ketiga autopsi tersebut dengan alasan dapat melanggar kehormatan mayat yang hal itu telah dilarang berdasarkan sabda Nabi Muhammad Saw, “Memecahkan tulang mayat sama dengan memecahkan tulangnya saat dia hidup.” (H.R. Abu Dawud, sahih)

Merujuk pada kedua pendapat tersebut, saya berpandangan bahwa pada hukum asalnya, autopsi yang dilakukan terhadap mayat terlarang dalam Islam karena sudah termasuk kategori melukai jenazah. Hanya saja, dalam keadaan tertentu, autopsi memang dibutuhkan untuk keperluan penyidikan yang dapat menentukan nasib orang banyak dan kalau tidak dilakukan, kemduharatannya lebih besar. Maka, dengan memohon ampun kepada Allah, autopsi itu bisa saja dilakukan. Wallahu a’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 04  Th. XIII April 2012 / Jumadil Akhir 1433 H

Gambar : www. tdwclub.com

            ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s