Apa Langkah Nyata untuk Memberantas Pornografi di Negeri Ini ?


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah membentuk komisi penanganan pornografi. Banyak pro-kontra mengenai hal ini. Tapi, saya yakin semua kalangan berkeinginan agar pornografi hilang atau paling tidak berkurang di negeri ini. Nah, menurut ustadz, apa yang harus kita lakukan untuk membantu pemerintah memberantas pornografi yang kian marak ini?

Jawaban :

Perilaku porno memang tidak bisa dilepaskan dari peradaban manusia sepanjang masa. Hanya tingkatannya saja yang berbeda-beda, bergantung sarana pendukung yang tersedia. Di awal sejarah peradaban, mungkin bisa dikatakan sangat sedikit ( kalau tidak bisa dikatakan tidak ada sama sekali ) yang bisa dikategorikan sebagai perilaku porno mengingat masih sangat terbatasnya sarana yang ada. Masuk pada peradaban akhir zaman dengan ketersediaan sarana tidak terbatas seperti sekarang ini, tentunya perilaku porno, atau lebih dikenal dengan istilah pornografi, bukan hanya datang dari pelaku yang bersangkutan secara langsung, tapi sudah melibatkan sejumlah media.

Sejak jauh-jauh hari, Islam sudah memberikan sejumlah rambu agar umatnya tidak terseret dalam arus deras kebejatan sosial yang diakibatkan pornografi. Akan lebih baik jika rambu-rambu itu dipatuhi oleh setiap individu dan menjadi inspirasi bagi lembaga (terutama penguasa) dalam upaya menghilangkan pornografi yang sedang merajarela. Rambu-rambu tersebut dimuat dalam beberapa ayat berikut ini.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’. Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang ( biasa ) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan ( terhadap wanita ) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’” ( Q.S. An-Nuur [24] : 30-31 )

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” ( Q.S. Al-Israa [17] : 32 )

Wallahu a’lam ■

Sumber : Bedah Masalah, Percikan Iman, No. 04  Th. XIII April 2012 / Jumadil Akhir 1433

Gambar : www.addictinginfo.org

             ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Akhlak, Fiqih and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s