Meninggikan Tempat Imam


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, kami sedang membangun masjid dan ketika mau membuat mihrab untuk tempat imam terjadi perbedaan pendapat di antara warga. Sebagian berpendapat, tidak boleh meninggikan tempat shalat imam, sedangkan sebagian yang lain mengatakan bahwa hal itu dibolehkan. Bagaimana sebenarnya hukum meninggikan mihrab, Ustadz?

Hamba Allah

Jawaban :

Sebelumnya perlu dijelaskan, jika tempat yang ditinggikan itu tidak khusus untuk imam saja, tapi juga untuk sebagian makmum maka hal itu tidak apa-apa. Begitu juga para ulama sepakat jika tingginya tempat imam itu karena ada keperluan seperti agar imam dapat mengajarkan cara shalat kepada makmum yang di belakangnya atau karena kondisi tanah yang mengharuskan meninggikan mihrab.

Hal itu sesuai dengan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dari Abu Hazim bin Dinar bahwa beberapa orang datang kepada Sahal bin Sa’d al-Sa’idi di mana mereka berdebat tentang dari kayu apa mimbar Nabi dibuat. Maka, mereka bertanya kepada Sahal dan beliau menjawab, “Demi Allah! Sungguh saya paling mengetahui dari apa mimbar itu dibuat dan aku telah melihat semenjak hari pertama mimbar itu diletakkan dan hari pertama Rasulullah duduk di atasnya. Rasulullah mengirim utusan kepada seorang perempuan yang disebutkan namanya oleh Sahal dan Rasulullah berkata kepadanya, “Perintahkanlah budak lelakimu yang tukang kayu itu untuk membuat mimbar bertangga sehingga aku bisa duduk di atasnya saat berbicara kepada orang banyak.“ Maka, kemudian wanita itu memerintahkan budak lelakinya membuat mimbar yang terbuat dari batang kayu hutan. Setelah diberikan kepada wanita itu, lalu ia mengirimkannya kepada Rasulullah. Beliau memerintahkan orang untuk meletakkan mimbar tersebut di sini. Lalu, aku melihat Rasulullah shalat di atasnya. Beliau bertakbir dalam posisi di atas mimbar, lalu rukuk dalam posisi masih di atas mimbar. Kemudian, beliau turun dengan mundur ke belakang, lalu sujud di dasar mimbar, kemudian beliau mengulangi lagi ( hingga shalat selesai ). Setelah selesai, beliau menghadap kepada orang banyak, lalu bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku berbuat seperti tadi agar kalian mengikuti dan agar kalian dapat mengambil pelajaran tentang tata cara shalatku.“ ( HR Bukhari dan Muslim, ini lafaz Bukhari ).

Namun, jika tidak ada dasar atau alasan untuk peninggian mihrab itu dan dibuat sangat tinggi maka jumhur ulama, terutama dari kalangan ulama empat mazhab, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali, berpendapat hukumnya makruh.

Para ulama berbeda pendapat tentang berapa ketinggian mihrab yang tidak dimakruhkan. Kebanyakan mereka mengatakan, ketinggian yang dibolehkan itu adalah jika kurang dari seukuran lengan ( dzira’ ) dengan berdasarkan kepada hadis tentang mimbar Nabi di atas, tangga mimbar itu biasanya kurang dari seukuran lengan.

Ada juga sebagian dari ulama Mazhab Hanafi yang mengatakan, batas tinggi yang dibolehkan itu adalah seukuran badan. Imam al-Thahawi, ulama Mazhab Hanafi, dalam kitab al-Mabsuth mengatakan, jika tingginya tidak melebihi ukuran badan, hukumnya tidak makruh karena sedikit tinggi itu dimaafkan karena tanah itu mungkin turun.

Namun, jika sangat tinggi itu tidak dimaafkan maka kami menjadikan batasnya adalah tidak melebihi ukuran badan. Oleh karena itu, tidak meninggikan tempat imam adalah lebih selamat dan lebih berhati-hati berdasarkan keumuman hadis di atas. Walau ada pula ulama yang mengatakan tidak apa-apa jika mihrab ( tempat imam ) itu ditinggikan sedikit, seperti sejengkal atau kurang dari seukuran lengan. Wallahu a’lam bish shawab ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 21 Mei 2012/29 Jumadil Akhir 1433 H

Gambar : zarrav.blogspot.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Ibadah, Shalat and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s