Mengambil Harta Orang yang Tidak Mau Membayar Zakat


Oleh : KH Didin Hafidhuddin

Dalam sebuah ayat Al-Quran, kalau tidak salah, diperbolehkan mengambil harta dari orang yang wajib zakat tapi ia tidak melaksanakannya. Bagaimana cara mengambilnya ? Bolehkah di antaranya dengan cara “dicuri” ?

Marjani Syohib, BSD

Jawaban :

Ayat yang dimaksud adalah QS. 9 : 103 yang artinya . “Ambillah dari sebagian harta mereka ( zakat ), yang dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketenteraman jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini menjadi landasan Rasulullah SAW mengutus para petugas zakat ke berbagai daerah, seperti Mu’az bin Jabal ke Yaman, untuk mengambil zakat dari orang kaya daerah tersebut kemudian dibagikan kepada para fakir. Ayat ini pula yang menjadi landasan Abu Bakr Shiddiq memerangi orang yang mau shalat tetapi secara sadar dan sengaja tidak mau menunaikan zakat.

Dari keterangan tersebut dapatlah diketahui bahwa yang berhak mengambil secara paksa dari para muzakki yang tidak mau berzakat adalah pemerintahan Islam atau orang/lembaga yang mewakilinya. Dan, bukannya perseorangan. Seseorang tidak boleh mengambil paksa zakat orang lain, apalagi “mencurinya”.

Yang harus Anda lakukan jika berhadapan dengan orang kaya yang tidak mau berzakat adalah mendakwahinya dan mejelaskan tentang berbagai kabar gembira dari Allah SWT bagi orang yang mau berzakat sekaligus sanksi dan ancaman bagi orang yang tidak mau berzakat, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti ■

Sumber : Konsultasi Zakat, Republika, Kamis, 29 November 2001/13 Ramadhan 1422

Judul dari admin

Gambar : republika.co.id

  • Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS. , kini Ketua Umum BAZNAS

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Didin Hafidhuddin, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s