Soal Mandi Besar


Oleh : KH Abdurrahman Navis

KH Abdurrahman Navis, Lc, M.HI

Kiai, saya seorang ibu rumah tangga. Yang saya tanyakan kepada kiai, kalau seorang suami-istri melakukan hubungan intim misalnya pada jam 01.00 WIB, setelah melakukan senggama tidak sempat mandi besar ( tertidur ). Kemudian bangun pada jam 03.30 WIB, sebelum shalat subuh melakukan hubungan intim lagi padahal yang tadi belum mandi besar. Bagaimana hukumnya ? Terus terang saya masih ragu dan bingung, mohon penjelasannya kiai. Terima kasih.

Nikmah, Malang

Jawaban :

Jika seorang sudah melakukan hubungan suami-istri ( jima’) itu kalau ingin mengulangi lagi hendaknya berwudhu agar lebih semangat. Hal ini sesuai sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim, menerangkan bahwa berwudhu sebelum jima’ dapat menambah semangat, yaitu : “… bahwasanya wudhu itu dapat menambah semangat untuk mengulangi ( jima’).”

Dan makruh hukumnya bagi orang yang junub untuk tidur, makan, merokok atau mengulangi lagi. Alhafidzul Iroqy mempunyai nadzam yang menerangkan beberapa hal dari tujuh puluh delapan  perkara yang disunnatkan untuk berwudhu. Diantaranya : “ … dan sunnat wudhu jika orang yang junub itu memilih makan atau tidur, minum dan mengulang jima’ yang diperbaharui.”

Ini juga yang diterangkan dalam sebuah hadits riwayat Abi Said dari Nabi SAW beliau bersabda : “Barangsiapa telah mempergauli istrinya, kemudian bermaksud mengulanginya lagi ( untuk kedua kali ) maka hendaklah ia berwudhu.”

Walaupun bersetubuh berulang-ulang tidak harus mandi berulang-ulang juga, tapi cukup mandi sekali setelah melakukan yang terakhir dan hilanglah semua jinabahnya itu. Karena satu kali mandi dapat menghilangkan beberapa hadats besar. Rasulullah SAW juga pernah keliling satu malam ke beberapa istri beliau dengan satu kali mandi. Hal ini sesuai hadits : “Hal ini diperkuat dengan hadits Anas dalam Shahihain, bahwa Nabi SAW berkeliling mempergauli istri-istrinya dengan mandi yang satu.” Wallahu a’lam bishshawab ■

Sumber : Bahsul Masail, Majalah AULA,  April 2012 / Jumadil Awwal –  Jumadil Akhir 1433

Foto : nupamekasan.or.id

■ KH Abdurrahman Navis, Lc.,M.HI, Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Timur

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Abdurrahman Navis, Fiqih, Keluarga and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s