Hak Waris Saudara Seibu


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Saya seorang janda ( suami meninggal dan memiliki seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan ), dinikahi seorang laki-laki ( duda tanpa anak ). Dari pernikahan tersebut dikarunia satu orang anak perempuan. Sekarang mereka sudah dewasa dan mapan. Suatu saat, jika anak perempuan saya ( dari suami pertama ) wafat, siapakah yang menjadi ahli warisnya? Sebagai tambahan informasi, suami saya yang kedua adalah adik kandung dari suami saya yang pertama.

Jawaban :

Jika anak perempuan dari suami pertama wafat, penjelasan syar’i dari pembagian warisnya adalah seperti di bawah ini.

Ahli warisnya adalah ibu yang mendapatkan 1/6 bagian dengan dalil QS Al-Nisa ayat 11. Ayat ini berbunyi, ”… jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam…”

Saudara laki-laki dan perempuan 1/3 bagian dengan berlandaskan pada dalil QS Al-Nisa ayat 12. “… Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu… ’’

Lalu paman kandung, yang memperoleh sisanya. Ini menurut hadis riwayat Bukhari dan Muslim, yang berbunyi ’’Berilah ahli waris hak-haknya dan sisanya untuk kerabat laki-laki yang terdekat.’’

Dalam kasus di atas, suami kedua mendapatkan hak waris dengan posisi sebagai paman kandung bukan sebagai ayah tiri.

Penyelesaian kasus :

 

 

 

 

Wallahu a’lam bish shawab

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Senin, 7 Mei 2012/15 Jumadil Akhir 1433 H

Gambar : anneahira.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Fiqih, Waris and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hak Waris Saudara Seibu

  1. Marvelous, what a blog it is! This web site presents useful data
    to us, keep it up.

  2. imran says:

    Assalamualaikum w.r w.b
    Ustad mhon bantuannya.
    Sebelum menikahi ayah saya, ibu saya punya 2 orang anak dari pernikahannya yang dlu dan merantau puluhan tahun. 8 tahun setelah kelahiran saya, ayah saya meninggal dan ibu saya mendapat pensiunan dari ayah saya. Setelah saya dewasa, ibu dan saya membangun rumah untuk kami tinggali bersama tanpa campur tangan kakak saya. Ibu membeli tanah itu dengan harga yang sangat murah krna pihak penjual adalah sepupu dari almarhum Ayah saya, yang menginginkan saya tinggal di daerah itu dan dari sekian biaya perongkosan pembelian dan pembangunan rumah tersebut ada uang dari ayah ibu saya masuk sekitar 30 juta. setelah sepuluh tahun kemudian dua kakak saya baru pulang merantau.., dan dua kakak saya kelak menginginkan pembagian warisan dari rumah itu. Mhon pencerahannya ustad pembagiannya warisannya kelak bagaimana?
    Mhon bantu. Wassalamualaikum w.r w.b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s