Persentase Zakat Pertanian Lebih Besar


Oleh : KH Didin Hafidhuddin

Ustadz, kenapa zakat pertanian persentasenya 5 % atau 10 %, sementara zakat perdagangan, emas-perak, atau pun penghasilan hanya 2,5 % ?

Hamba Allah, Jakarta

Jawaban :

Memang berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari dari Salim bin Abdullah dari ayahnya, Nabi Saw bersabda, “Tanaman yang diairi oleh air hujan atau sungai, wajib dikeluarkan zakatnya sepersepuluh dan yang diairi dengan disirami, maka zakatnya separo dari sepersepuluh atau lima persen.”

Hal yang sama juga dikemukakan pula dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah Saw bersabda, “Dalam tanaman yang diairi oleh air sungai atau air hujan, terdapat kewajiban zakat sepersepuluh, sedangkan dalam tanaman yang diairi melalui pengangkutan ( saniyyah ) terdapat kewajiban seperduapuluh.”

Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa sawah atau kebun tadah hujan zakatnya 10 % sedangkan yang diairi dengan mempergunakan biaya zakatnya sebesar 5% . Yang perlu diingat zakat ini hanyalah dari hasilnya saja, tidak dimasukkan nilai tanahnya. Sedangkan untuk perdagangan atau yang lainnya walaupun hanya 2,5 %  tetapi dari keseluruhannya, seperti emas-perak atau pun perdagangan. Hal ini berdasarkan hadits Abu Dawud, Rasulullah Saw bersabda,”Apabila Anda memiliki dua ratus dirham, dan telah berlalu waktu satu tahun, maka wajib zakat atasnya lima dirham ( 2,5 % ). Anda tidak punya kewajiban zakat emas, sehingga Anda memiliki dua puluh dinar dan telah berlalu waktu satu tahun, dan zakatnya sebesar setengah dinar ( 2,5 % ) . Dan jika lebih, maka hitunglah berdasarkan kelebihannya. Dan tidak ada pada harta, kewajiban zakat sehingga berlalu waktu satu tahun.”

Jadi persentase zakat ini sesungguhnya telah mencerminkan rasa keadilan yang sesungguhnya. Kita tidak perlu meragukan lagi, insya Allah segala-galanya mengandung hikmah yang sangat besar ■

Sumber : Konsultasi Zakat, Republika, Kamis, 20 Oktober 2005/16 Ramadhan 1426 H

Gambar : abuabdilbarr.wordpress.com
  • Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS. , kini Ketua Umum BAZNAS

 ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Didin Hafidhuddin, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s