Bunga Jaminan Sosial, Apakah Juga Termasuk Riba ?


Oleh : Ustadz Aam Amiruddin

Saya adalah karyawan sebuah perusahaan yang terdaftar sebagai anggota salah satu lembaga penjamin sosial. Sebesar 3,7% anggaran untuk asuransi atau jaminan tersebut ditanggung perusahaan dan 2% ditanggung oleh karyawan.

Pertanyaan saya, halalkah dana 3,7% tersebut mengingat setiap tahun saldo asuransi tersebut dikembangkan lagi dengan bunga yang tidak jelas persentasenya dan jika karyawan keluar ( kerja ) dana tersebut boleh diambil ?

Bagaimana pula caranya membersihkan saldo yang telah tercemari bunga ( bank )? Karena, ketika diambil dalam jumlah total, tidak ada rincian berapa saldo murni dan berapa persen bunga. Bisakah uang tersebut dibersihkan dengan zakat, infak, dan sedekah mengingat bunga tetaplah riba yang statusnya diharamkan ? Bagaimana solusinya ?

Jawaban :

Sepanjang yang saya tahu, jaminan sosial merupakan perhatian pihak pemerintah dan lembaga terkait lainnya terhadap hak-hak pekerja atau buruh. Mengenai teknis pengelolaannya, tentu kita percayakan saja sepenuhnya kepada pihak yang bersangkutan. Jika ternyata sebagian proses pengelolaan dana jaminan sosial tersebut memakai sistem riba, itu semua di luar tanggung jawab kita. Selama kita berdoa dan berharap semoga ke depan ada pengelolaan jaminan sosial yang bebas riba, insya Allah tidak terkena taklif (beban dosa).

Jika Anda ragu dengan kemurnian harta yang diterima melalui jaminan sosial, maka zakat, infak, sedekah seperti yang Anda tanyakan, insya Allah bisa membersihkan harta yang ada. Dan, jangan lupa untuk menyesuaikan besaran zakat, infak dan sedekah agar berimbang dengan harta yang Anda dapatkan. Wallahu a’lam

Sumber : Bedah Masalah, Majalah Percikan Iman, No. 01 Th. XIII Januari 2012 /Rabiul Awal 1433 H

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Aam Amiruddin, Fiqih, Muamalah, Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s