RUU Gender Perlukah?


Oleh : Ustadz Bachtiar Nasir

Ustadz, apakah Islam membutuhkan undang-undang tentang gender di Indonesia mengingat syariat Islam sudah sangat lengkap mengatur masalah perempuan dan gerakan apa sesungguhnya di balik isu gender ini?

Hamba Allah

Jawaban :

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. ( QS al-Nahl [16] : 97 ).

Setelah dihadapkan pada Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam ( CLD-KHI ), yang cepat disadari oleh umat Islam mengenai penyimpangan dan bahayanya bagi kehidupan umat Islam, saat ini kaum feminis dan liberalis kembali menguji keimanan umat Islam Indonesia, khususnya dengan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender ( KKG ) untuk dijadikan undang-undang.

Islam dan Indonesia sesungguhnya tidak membutuhkan undang-undang ini karena sejak awal Islam memandang laki-laki dan perempuan adalah setara dan sederajat di hadapan Allah SWT. Dalam Islam yang membedakan antara keduanya hanyalah amal saleh dan tingkat ketakwaan masing-masing. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” ( QS al-Hujurat [49] : 13 ).

Dan, karena Allah menciptakan fitrah laki-laki dan perempuan berbeda dari aspek fisik biologis dan psikis, Dia memberikan kepada keduanya peran yang sedikit berbeda antara satu dan yang lainnya. Perbedaan peran ini bukan bentuk kekurangan bagi perempuan atau kelebihan bagi laki-laki karena keduanya adalah keserasian yang saling mendukung dan melengkapi.

Dalam Islam yang menentukan peran setiap laki-laki dan perempuan adalah Allah melalui wahyu-Nya dalam Al-Quran, bukan ditentukan kesepakatan sosial dan budaya bangsa tertentu. Seperti bangsa Arab, sebagaimana yang sering digembar-gemborkan oleh kaum feminis dan para pendukungnya dari kelompok sekuler, pluralis, dan liberal.

Karenanya, pasal dalam RUU kesetaraan gender yang mendefinisikan, “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial-budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari, serta dapat dipertukarkan menurut waktu, tempat, dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya,“ bertentangan dengan tuntunan Al-Quran.

Bahkan, definisi diskriminasi dalam RUU ini yang berbunyi “Diskriminasi adalah segala bentuk pembedaan, pengucilan, atau pembatasan, dan segala bentuk kekerasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin tertentu, yang mempunyai pengaruh atau tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan pengakuan, penikmatan manfaat atau penggunaan hak asasi manusia, dan kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau bidang lainnya terlepas dari status perkawinan, atas dasar persamaan antara perempuan dan laki-laki“ ( RUU KKG Bab 1, Pasal 1 ) juga tak sesuai Al-Quran.

Oleh karena itu, umat Islam Indonesia harus bersatu dan membulatkan suaranya untuk menolak RUU kesetaraan gender ini agar kelompok yang mengajukan RUU ini mengetahui bahwa umat Islam menolak RUU tersebut dan agar anggota DPR yang memutuskan menolak RUU itu menjadi undang-undang. Wallahu a’lam bish shawab. ■

Sumber : Konsultasi Agama, Republika, Selasa , 1 Mei 2012 / 9  Jumadil Akhir 1433 H

Gambar : nahimunkar.com

ΩΩΩ

About Jalan Kehidupan

Blog ini hanya menyajikan ulang berbagai masalah keagamaan dalam bentuk tanya jawab dengan para ulama yang pernah diterbitkan di berbagai media cetak. Admin tidak menyediakan fasilitas tanya jawab dengan para pengunjung blog ini. Terima kasih.
This entry was posted in Bachtiar Nasir, Dunia Islam, Muamalah, Syariah and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s